banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Polda Kepri Amankan Pelaku Penjualan 148 Ekor Penyu

Polda Kepri Amankan Pelaku Penjualan 148 Ekor Penyu
Kabid Humas Polda Kepri, S Erlangga, Dir Pol Air Polda Kepri, Benyamin Sapta T, Komandan Kapal KP. Baladewa 8002, Kepala seksi Konservasi wilayah II BKSDA Riau, Kepala TU Karantina ikan Batam dan Kepala PSDKP Batam, menyampaikan Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. (Foto : Humas Polda Kepri)


Polda Kepri Amankan Pelaku Penjualan 148 Ekor Penyu
– Bersama 1 Unit Truk di Tanjung Piayu Laut.

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Polda Kepri berhasil menggagalkan penjualan penyu di Pantai Teluk Mata Ikan, yang diangkut menggunakan truck dan di Keramba Tanjung Piayu Laut sebanyak 148 (seratus empat puluh delapan) Ekor Penyu, serta mengamankan pelaku inisial K, Jumat, (19/4/2019), sekira Pukul 02.00 WIB.

Demikian hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S Erlangga, dalam rilisnya kepada sijorikepri.com, tentang Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, yang turut dihadiri Dir Pol Air Polda Kepri, Kombes Pol, Benyamin Sapta T S.I.K. M.Si, Komandan Kapal KP. Baladewa 8002, Kepala seksi Konservasi wilayah II BKSDA Riau, Kepala TU Karantina ikan Batam dan Kepala PSDKP Batam, Senin, (22/4/2019), sekira Pukul 14.00 WIB.

”Barang Bukti yang diamankan yaitu 1 (satu) Unit Truk, 148 (seratus empat puluh delapan ) Ekor Penyu, yang terdiri dari 39 (tiga puluh sembilan) ekor jenis Sisik, 79 (tujuh puluh Sembilan) ekor jenis Hijau, 30 (tiga puluh) ekor dalam kondisi mati,” jelas Erlangga.

Kronologis kajadiannya, lanjut Erlangga, dimana pada hari Jumat tanggal 19 April 2019 pukul 02.00 WIB, Kapal Patroli Baladewa – 8002 yang sedang melaksanakan patroli menggunakan Ship Tender di Pantai Teluk Mata Ikan, berhasil menggagalkan memperjualbelikan penyu di Pantai Teluk Mata Ikan, yang diangkut menggunakan truck dan di Keramba Tanjung Piayu Laut sebanyak 148 Ekor (39 Ekor Jenis Sisik, 79 Ekor Jenis Hijau dan 30 Ekor dalam kondisi mati), diduga melanggar tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.

“Sampai dengan saat ini terus dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku inisial K, dengan pasal yang dilanggar adalah pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a dan c UU RI no.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem jo pasal 55 KUHP Pidana,” ujarnya.

Dir Pol Air Polda Kepri, Benyamin Sapta T, menambahkan bahwa, penyu yang diamankan ini digunakan untuk kegiatan upacara keagamaan, yaitu dengan cara melepas penyu ke laut.

”Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh turis dari luar negeri yang berasal dari negara Malaysia dan Singapura. Penyu tersebut diperjualbelikan dengan harga berkisaran Rp. 500.000,- di beli dari masyarakat, kemudian dijual kembali dengan harga kisaran Rp. 1.000.000,- dan Rp. 1.500.000,- bahkan sampai dengan harga Rp. 3.000.000. Harga tersebut menyesuaikan ukuran penyu,” jelas Benyamin Sapta.

Hal ini, lanjutnya, merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.

“Dari sekian banyak penyu yang ditemukan terdapat dalam kondisi luka dikarenakan pada saat proses perburuan/penangkapan. Untuk itu, penyu yang masih hidup kita lakukan upaya penyelamatan dengan pemeriksaan oleh Dokter Hewan dan evakuasi ke penangkaran di Pulau Mencaras,” imbuhnya.

Penyampaian Kepala seksi Konservasi wilayah II BKSDA Riau, tambah Benyamin, bahwa untuk jenis penyu ini dilindungi oleh Undang-undang nomor 5 tahun 1990.

“Jadi penyu ini tidak ada yang bisa memperjualbelikan, memiliki, menyimpan, komsumsi ataupun untuk dijadikan hiasan. Yang berwenang melakukan pemeliharaan, penyelematan dan penetasan telur hanya lembaga Konservasi berizin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan,” tambahnya.

Dihimbau juga kepada masyarakat yang melakukan aktivitas keagamaan dengan melepas penyu, lebih baiknya bersama-sama mengamankan telur penyu dan setelah menetas dilakukan pelepasan bersama-sama.

”Hal ini bertujuan untuk merubah Mindset masyarakat yang melakukan aktivitas penangkapan penyu dan melepaskannya kembali ke laut, tentunya dapat melukai dan membunuh penyu itu sendiri,” pungkasnya. (Wak Rans/R)

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan