banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Polda Kepri Amankan Pelaku Perdagangan 7 Cewek Panggilan di Batam

Polda Kepri Amankan Pelaku Perdagangan 7 Cewek Panggilan di Batam
Kabid Humas Polda Kepri, S Erlangga. (Foto : Humas Polda Kepri)


Polda Kepri Amankan Pelaku Perdagangan 7 Cewek Panggilan di Batam

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Seorang pria berinisial AS alias A, tersangka kasus Prostitusi Online dan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Batam berhasil diamankan anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, di Puri Selebrity 3 – Kota Batam, Sabtu, (9/11/2019), sekira pukul 17.00 WIB.

Dalam aksinya, tersangka membuka iklan lowongan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan membuka iklan Cewek Panggilan Batam melalui internet.

Dalam keterangan persnya, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S Erlangga, didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha SH SIK MH, mengatakan, bahwa pada hari Sabtu tanggal 09 Februari 2019 sekira pukul 17.30 WIB, anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengungkapan kasus terhadap dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau tindak pidana informasi transaksi elektronik setelah melakukan penyelidikan selama 3 (tiga) bulan sejak bulan Desember 2018.

Kemudian melakukan penyamaran dengan memesan Pekerja Seks Komersial melalui website “Cewek Panggilan Batam” dan berhasil menangkap tersangka AS alias A berserta mengamankan 1 (satu) orang korban yang dibawa oleh tersangka dari Jakarta menuju Kota Batam untuk dijadikan PSK. Kemudian tersangka dan korban dibawa ke Polda Kepri untuk keterangan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan, diperolah keterangan bahwa adapun korban yang telah diperdagangkan oleh tersangka, antara lain, inisial RS Alias E (19), daerah asal Pangandaran (Jawa Barat), NJ (20) daerah asal Cirebon (Jawa Barat), VR (20) daerah asal Purwakarta (Jawa Barat), M A F Alias C (32), daerah asal Medan, Sumatera Utara, FH Alias I (32) daerah asal Jakarta, W A W (23) Daerah asal Jawa Tengah dan L (19) daerah asal Medan.

“Terhadap perbuatan pelaku dikenakan pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) KUHP,” jelas Erlangga, saat Konferensi Pers Ungkap Kasus Prostitusi Online dan Tindak Pidana Perdagangan Orang, di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Senin, (11/2/2019), sekira pukul 16.30 WIB.

Adapun Barang Bukti (BB) yang diamankan, antara lain 2 (dua) lembar boarding pass kereta api dari Cirebon ke Jakarta atas nama Agus Supriadi dan Nurjanah. 1 (satu) buah handphone merk asus zenfone seri 3 warna hitam dengan nomor 08126684XXXX dan 08133333XXXX, 1 (satu) buah kartu ATM BNI dengan nomor kartu 19453416004XXXX, uang tunai senilai Rp 3.250.000,- (tiga juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan uang hasil rental mobil senilai Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

Selain itu, diamankan juga 1 (satu) buah flashdisk yang berisi video oral sex berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK, 1 (satu) buah kartu memori micro SD merk V-Gen dengan nomor 11855226, 1 (satu) lembar surat keterangan domisili atas nama Estu Suhaya, 1 (satu) buah kartu ATM CIMB Niaga dengan nomor kartu 589929000084XXXX, 2 (dua) lembar boarding pass Batik Air dari hlp menuju bth atas nama Pelaku dan korban NJ, dan 2 (dua) butir pil norelut norethusterone (obat penunda haid/pencegah kehamilan). (Rans/R)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan