banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Polda Kepri Ungkap “KASUS PENYELUNDUP” Benih Lobster/Benur

Polda Kepri Ungkap “KASUS PENYELUNDUP” Benih Lobster/Benur
Kapolda Kepri, Didid Widjanardi, memberikan penjelasan tentan penangkapan pelaku kasus tindak pidana penyelundupan Benih Lobster/Benur. (Foto : Humas Polda Kepri)


Polda Kepri Ungkap “KASUS PENYELUNDUP” Benih Lobster/Benur
– Nilai Kerugian Negara Rp 13.6 Milyar.

SIJORIKEPRI.COM, BATAM – Tiga orang pelaku kasus tindak pidana perikanan, yaitu penyelundupan Benih Lobster/Benur, diamankan Tim dari Ditreskrimsus Polda Kepri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menerangkan, dalam Konferensi Pers Kapolda Kepri mengungkapkan kasus tindak pidana perikanan tersebut, yang dilaksanakan di Pulau Abang Abang, Galang, Kamis, (09/08/2018), sekira pukul 14.00 WIB.

Konferensi Pers tersebut dihadiri oleh Kapolda Kepri, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didid Widjanardi SH, Dir Reskrimsus Polda Kepri, Kepala Kantor Karantina, serta para pejabat utama Polda Kepri dan awak media.

Koronologisnya, yaitu, pada Selasa (07/08/2018), Tim dari Ditreskrimsus Polda Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat, tentang adanya pengantaran Benih Lobster/Benur dari Surabaya ke Kota Batam, melalui Bandara Hang Nadim, yang akan diselundupkan ke Singapura.

Pada saat terlapor mendarat, terlapor langsung membawa 6 (enam) buah koper menuju Pasar Cipta Puri, di Kelurahan Tiban, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, menumpang 2 (dua) unit Taxi.

Pada saat kendaraan melintas di Jalan Gajah Mada Kota Batam, tim memberhentikan 1 (satu) unit taxi dan menemukan adanya 2 (dua) buah koper yang dibawa oleh saudara Zainul Ansori, diduga berisikan benih Lobster/Benur (panulirus spp).

Dari keterangannya, diketahui ada 2 (dua) orang lain, yaitu saudara Moh Kufran dan Irfan Rofiudin, yang sudah berada di Pasar Cipta Puri, yang merupakan lokasi penjemputan Benih Lobster.

Setelah diamankan dan dilakukan penghitungan oleh pihak Karantina, ditemukan sebanyak ± 90.765 ekor benih lobster/benur (panulirus spp), yang dikemas dalam kantong plastik dengan rincian 87.105 jenis pasir dan 3.660 jenis Mutiara.

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas, antara lain adalah,
6 (enam) koper yang berisi 90.765 (Sembilan puluh ribu tujuh ratus enam puluh lima) ekor benih lobster dengan rincian sebagai berikut.

Koper 1 : 15.288 ekor Benih Lobster jenis Pasir; Koper 2 : 15.568 ekor Benih Lobster jenis Pasir; Koper 3 : 16.632 ekor Benih Lobster jenis Pasir; Koper 4 : 15.456 ekor Benih Lobster jenis Pasir; Koper 5 : 11.161 ekor Benih Lobster jenis Pasir dan mutiara; F, dan Koper 6 : 16.660 ekor Benih Lobster jenis Pasir.

Kemudian 6 (enam) lembar label bagasi, 6 (enam) buah koper, 3 (tiga) lembar tiket Pesawat Lion Air JT 971 Tujuan Surabaya – Batam atas nama penumpang inisial Z A, M K dan I R, Uang Tunai Rp. 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah), dan 4 (empat) unit Telepon Genggam/HP.

Adapun tiga orang para pelaku Tindak Pidana Perikanan tersebut yaitu, Z A (23), Laki-laki, kelahiran Probolinggo (Jatim), selaku kurir benih lobster. Kedua, M K (34), selaku kurir benih lobster, dan yang kertiga, I R (20), Laki-laki, juga kurir benih lobster.

Para tersangka dikenakan Pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) Undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 KUHP,jo pasal 3 (a) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 01/PERMEN-KP/2015 tentang Penangkapan LOBSTER (Panulirus spp.) KEPITING (scylla spp.) dan RAJUNGAN (portunus pelagicus spp.)

“Setiap orang yang dengan sengaja memasukkan, mengeluarkan, mengadakan, mengedarkan dan/atau memelihara ikan, sumber daya ikan, dan/atau lingkungan sumber daya ikan ke dalam dan/atau ke luar wilayah pengelolan perikanan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” terang Kabid Humas.

Polda Kepri, sambungnya, selaku penegak hukum yang salah satu tugasnya melakukan pengawasan terhadap kelestarian alam, akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku- pelaku yang menjadikan bisnis Benih Lobster/Benur untuk memperoleh keuntungan yang dapat merugikan negara.

Adapun larangan untuk Ekspor Benih Lobster/Benur tersebut tertuang dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/ Permen-KP/2016, tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Lobster yang boleh dilakukan penangkapan dan atau pengeluaran adalah Lobster yang tidak dalam kondisi bertelur, ukuran lobster harus berukuran panjang 8 cm atau berat diatas 200 gram per-ekor.

“Kerugian Negara : Rp. 13.600.000.000,- (tiga belas miliar enam ratus juta rupiah) (Nilai ekonomis Benih Lobster di Pasaran ; 90.765 ekor x @ Rp. 150.000),’” pungkasnya. (Wak Tung/R)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan