banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Polisi Amankan Pencuri “TEMPAT PEMBAKARAN DUPA (HIOLO)”

Polisi Amankan Pencuri “TEMPAT PEMBAKARAN DUPA (HIOLO)”
Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto bersama pelaku pencurian tempat pembakaran dupa (Hiolo). (Foto : Ist)


Polisi Amankan Pencuri “TEMPAT PEMBAKARAN DUPA (HIOLO)”
– Dilakukan di 20 TKP, sebagian di Klenteng dan Vihara.

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Polsek Meral, Kabupaten Karimun, mengamankan DA (16), pelaku pencurian tempat pembakaran dupa (Hiolo), Kamis, (16/8/2018). Aksi pelaku terbilang nekat, karena telah berulang kali ia lakukan. Sedikitnya, selama ini ada 20 lokasi yang berhasil ia sadroni.

Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto mengatakan, penangkapan pelaku bermula seorang saksi memberitahukan kepada korban Tan Teng Sun, bahwa Hiolo sudah tidak ada lagi di Klenteng Cetiya Viria Paramita, Selasa, (7/8/2018) lalu, sekira pukul 08.50 WIB.

Menurut keterangan korban ke aparat, lanjut Hadi, Hiolo itu umurnya sudah ratusan tahun. “Korban lantas mengecek ke lokasi, ternyata benar sebanyak empat (4) buah Hiolo dan dua (2) buah tempat lilin kuningan hilang. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 35 juta,” jelas Hadi

Selanjutnya, pada Selasa 14 Agustus 2018, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap DA di Kelurahan Meral, Kota Kecamatan Meral. Berdasarkan keterangan tersangka, ia telah melakukan pencurian sebanyak 20 TKP bersama rekannya A (masih DPO) merupakan anak dibawah umur.

“20 TKP itu yakni, Perumahan Taman Puri, sebanyak 9 rumah dan mengambil 9 buah Hiolo, di Ruko Naga Mas sebanyak 10 ruko dan mengambil 10 buah Hiolo, dan TKP klenteng Cetiya Viriya Paramita dengan mengambil 4 buah Hiolo dan 2 buah tempat lilin kuningan,” ungkap Hadi.

Menurut pengakuan DA, ia mencuri Hiolo tersebut untuk dijual, dan uangnya digunakan untuk main di warnet. “Kemudian Dia (pelaku) menjual Hiolo 4 (empat) buah tersebut dengan harga Rp 800 ribu,” jelas Kapolsek.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) Ke 4 KUHP tentang tindak pidana Curat. Namun karena DA masih di bawah umur, maka dikenakan diversi.

Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto, juga menghimbau kepada para penampung loak, baik penampung rongsokan agar lebih hati-hati menerima barang yang hendak dijual.

“Jika merasa barang tersebut agak aneh, coba ditanya dulu asal barang tersebut apakah itu bukan hasil dari kejahatan,” pungkas Hadi. (Wak Fik)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan