banner 740x400

banner 740x400

Polres Tanjungpinang Dirikan Posko Pengaduan “KORBAN ARISAN ONLINE”

Polres Tanjungpinang Dirikan Posko Pengaduan “KORBAN ARISAN ONLINE”
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, saat ekspose Pelaku Penipuan Arisan Online. (Foto : Deni Wawok)
– Pelaku Penipuan Sudah Tertangkap, Dengan Ancaman 4 Tahun Penjara.
– Ini Caranya Palaku Melakukan Penipuan Terhadap Korban.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Polres Tanjungpinang membuka Posko korban arisan online yang merugikan banyak korbannya, oleh pelaku AN (23), yang ditangkap pada Minggu (06/08/2017), di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, mengatakan, didirikannya Posko tersebut dengan tujuan agar memberikan kesempatan bagi korban yang belum, atau yang selama ini masih enggan melaporkan kerugian dengan alasan tertantu, yang menurut informasi mencapai ratusan korban, sekaligus dapat mengungkap data berapa banyak korban, serta seberapa besar jumlah kerugian.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang menjadi korban, silahkan langsung datang ke Polres Tanjungpinang untuk di data, dengan bukti-bukti yang dimiliki bahwa pernah ikut arisan online ini, dan tidak perlu malu atau takut. Untuk saat ini baru 20 orang yang terdata, sedangkan yang melapor satu orang atas nama Dewi Yuliani mewakili korban lainnya,” ujar Kapolres, saat ekpose, dengan menghadirkan tersangka AN, serta barang bukti, Rabu, (09/08/2017).

Ardiyanto juga menjelaskan, modus yang dilakukan oleh tersangka dalam melakukan penipuan, yakni mengajak orang-orang untuk ikut arisan online yang dia kelola melalui media sosial sejak bulan Oktober 2016-Juni 2017. Adapun nama arisan online tersebut ada tiga tipe, yakni Get Duo, Get Trio dan Get List menurun.

Lanjutnya, Tipe yang sering digunakan tersangka yakni arisan Get Duo, dimana setiap anggota membayar Rp 3.5 juta ditambah dengan administrasi Rp 300 ribu. Tipe arisan Get Duo ini sendiri seolah-olah ada pasangannya, yang menyetor uang Rp1,5 juta plus Rp 200 ribu yang nantinya anggota akan mendapat uang sebesar Rp 5 juta dalam 10 hari kedepan. Ternyata pasangan arisan tersebut tidak ada alias fiktif yang dibuat sendiri oleh tersangka AN, agar para korban tertarik ikut.

Pola arisan tersebut, inbuh Kapolres, dijalankan oleh tersangka AN selama delapan bulan terus-menerus dengan merekrut anggota baru yang dikenalnya secara langsung maupun melalui media sosial seperti BBM dan Facebook. Pembayaran diawal berjalan lancar bagi beberapa anggota, tetapi selanjutnya tersangka tidak bisa lagi memberikan uang arisan tersebut.

“Berdasarkan penyelidikan awal, uang milik korban arisan online sekitar Rp 400 juta yang dibawa kabur tersangka AN. Mengenai aliran uang tersebut kemana saja kita masih melakukan pendalaman, begitu juga ada tidaknya keterlibatan orang lain yang membantu tersangka,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menghimbau kepada masyarakat, agar jangan mudah tertarik bila diajak arisan atau bisnis apapun dengan keuntungan yang tidak masuk akal. Apalagi bisnis yang dilakukan tidak saling mengenal satu sama lain, melainkan hanya berdasarkan kepercayaan dengan iming-iming untung yang besar.

Adapun beberapa barang bukti yang disita, diantaranya transfer uang melalui bank oleh korban ke rekening tersangka, kwitansi pembayaran, percakapan via Medsos antara korban dan tersangka AN.

Tersangka AN akan dikenakan dengan Pasal 378 atau 372 tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman empat tahun penjara. (SK-MU/Wok)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner

banner 728x90

banner

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan