banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Putri Sulastri “JUARA TCC IDOL 2018”

Putri Sulastri “JUARA TCC IDOL 2018”
Dari kiri ke kanan : Darman (juri), Ditha (juri), Teuku Rizky, Evi Sitompul, Putri Sulastri (Topi Hitam Baju Putih), Fey AZ (juri), Septia Rulanda, Wija, Nyims mee, Teguh Deswanto (juri). (Foto : Munsy Bagus Utama)
– Cikal Bakal Menuju Indonesian Idol.
– Ini Para Pemenang Lainnya.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Dari 6 (enam) Grand Finalis yang tersisa dimulai dari 108 peserta, Putri Sulastri akhirnya menjadi juara TCC Idol tahun 2018, dengan total poin 532, dan berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan sebesar Rp.3.000.000,- setelah menyisihkan 5 (lima) grand finalis lainnya, yang diselenggarakan di TCC Mall, KM.8 atas Tanjungpinang, Minggu, (28/01/2018).

Diposisi ke 2 (dua), yakni, Evi Sitompul (489 poin), mendapatkan piala dan uang pembinaan Rp 2.000.000,- , diposisi ke 3 (tiga), Teuku Rizky (480), yang mendapat piala dan uang pembinaan Rp.1.000.000,- ,

Sedangkan untuk harapan 1,2 dan 3, diraih Nyimas Mee dengan 465 poin, Wija dengan 463 poin, dan Septia Rulanda dengan 438 poin, dan hanya mendapatkan piala pengargaan saja.

Adapun para juri yang menilai mereka terdiri dari musisi maupun penyanyi yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya di Tanjungpinang, bahkan diantara mereka sudah melanglangbuana di Sumatera dan Jakarta, seperti Teguh Deswanto (Musik Direktur di Jakarta, dan Eks Gitaris Tiket Band), Darman (vokalis), Fey AZ (vokalis), dan Ditha (EO musik).

Kepada Sijori Kepri, Ditha, yang merupakan salah satu juri dan juga panitia, menganggap bahwa anak-anak Tanjungpinang juga punya bakat yang cukup baik, apalagi dikembangkan.

“Penampilan finalis sudah sesuai dengan harapan juri, namun harus lebih banyak latihan yang intens dan perlu ditempah lagi, agar bisa ikut ke ajang yang lebih tinggi, yaitu Indonesia Idol,” katanya.

Sementara Darman, juri yang awalnya pernah menjadi vokalis Elshinta Band, Persada Band, di Tanjungpinang, GMS di Pekan Baru, dan malang melintang dengan band-band di Bandung dan Jakarta, mengatakan, ada yang perlu dikuasai lagi dan perlu banyak latihan dari peserta, yaitu teknik vokalnya dan penguasaan mickrofon.

Menurutnya pria yang pernah bermain di 4 film seperti, Karun, Dendam Seruni, Selimut Golput, (dokumenter KPU), dan Apa Nak Jadi Kampung Kita itu, untuk di Kepri, masih ada sedikit bantuan dari echo, maupun bass vokal, namun di tingkat nasional itu lebih sakit lagi, dimana benar-benar suara murni.

Darman melihat memang ada beberapa peserta yang sudah mulai mengerti penguasaan mickrofon, dimana harus mengetahui jarak mick dengan bibir, saat suara tinggi dengan power yang tinggi, dan suara rendah.

“Terkadang ada yang kurang terdengar suaranya bila micknya jauh, karena powernya rendah. Jadi harus banyak latihan lagi tentang olah vokal, dan olahraga seperti, joging, renang, sit up, agar pernafasan baik, dan powernya ikut baik,” ungkap pria yang pernah menjadi murid Bertha itu.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia, Tonel Rahadi, merasa cukup puas dengan acara tersebut, karena dapat melihat sudah sampai dimana sebanarnya bakat-bakat mereka.

“Saya berharap acara seperti ini tidak sampai disini saja, dan rencana akan diadakan lagi di tahun 2019,” pungkasnya. (SK-MU)

 

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan