banner 740x400

banner 740x400

RIKI DPRD : Terkait Rokok di Kalangan Pelajar “SEKOLAH BISA KENA PASAL PERDA”

RIKI DPRD : Terkait Rokok di Kalangan Pelajar “SEKOLAH BISA KENA PASAL PERDA”
Anggota DPRD Batam, Ir Riki Indrakari. (Foto : Ndoro Ayu)

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Terkait rokok elektrik atau yang biasa di sebut juga Vape, yang kini telah merambah kalangan pelajar Kota Batam, anggota DPRD Batam, Ir Riki Indrakari angkat bicara, demi cintanya kepada para generasi penerus itu.

“Terkait rokok elektrik yang telah merambah ke kalangan murid-murid di sekolah-sekolah di Kota Batam ini, kalau saya pribadi sangatlah prihatin. Kita mesti perhatikan secara khusus dan juga serius terkait ini,” kata Riki, di ruang kerjanya, Rabu, (11/10/2017).

Ia sangat menyayangkan, ketika generasi muda sekarang ini sangat mudah terpengaruh dengan hal yang sebenarnya membahayakan diri sendiri.

“Seperti rokok elektronik tadi. Rokok elektrik itu lebih berbahaya dari rokok biasa, karena berpotensi meledak, dan juga bisa merusak kesehatan, karena mengandung racun kimia,” katanya lagi, kepada Pewarta SIJORIKEPRI.COM.

Riki juga menegaskan, bahwa Pemerintah khususnya Dinas Pendidikan, mesti memikirkan apa itu dan bagaimana terkait hal ini. Generasi penerus mesti harus selamat. Anak-anak seumuran SMP atau SMA itu punya rasa ingin tahu.

“Pihak sekolah mesti mengefektifkan Kawasan Tanpa Rokok atau KTR, misalnya dengan melakukan razia. Itu penting. Pihak sekolah merupakan penanggung jawab KTR juga lho. Bisa kena pasal Perda,” tegas Riki.

Yang dikenai Perda itu, sambungnya, bukan hanya pemilik rokok, tapi bisa juga pihak penanggung jawab KTR. Karena ini ada pasal timbal balik, Rektroaktif. Misalnya seperti Hotel. KTR dan menyediakan ruang rokok.

“Kemudian bisa juga Dinas Kesehatan, misalnya dengan sosialisasi di sekolah-sekolah. Misal Sosialisasi rokok bahaya. Bisa kena TBC, bahkan HIV/Aids, karena kena air liur penderita HIV/Aids,” imbuhnya.

Murid-murid SMP atau SMA, bahkan SD itu, ingin rasakan sensasi apa aja, yang nantinya bisa juga menjadi gaya hidup. Dan mereka bisa saja akan melakukan apapun demi bisa memenuhi rasa inginnya. Oleh karenanya, ia mengharapkan kepada Orang tua, agar kontrol uang jajan sekolah anak. Orang tua harus tahu dengan jelas, uang jajan sekolah anak itu dibelanjakan kemana dan untuk apa.

“Rokok elektrik itu kan mahal juga harganya. Kalaupun mereka beli bekas atau second, itu justru lebih berbahaya. Namanya juga bekas orang. Disinilah sosialisasi terhadap orang tua dan sekolah tadi itu penting,” pungkasnya.

Pemantauan dari masyarakat atau pun pemerintah, sangatlah penting dilakukan demi generasi penerus Anak bangsa. Biarpun tidak ada larangan peredarannya, himbauan kepada sekolah pun tetap bisa dilaksanakan.

Namun sayang di sayang, baik Kepala Dinas Pendidikan, maupun Kepala Dinas Kesehatan Pemko Batam, tidak bisa ditemui, saat hendak dikonfirmasi masalah ini dan juga masalah lainnya, termasuk masalah dugaan Korupsinya, seolah menutup diri. Ngawur. (SK-Nda)

 

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan