banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Samsuri, Penduduk Desa Lancang Kuning “MINTA MAAF”

Samsuri, Penduduk Desa Lancang Kuning “MINTA MAAF”
Penduduk Desa Lancang Kuning melakukan klarifikasi terkait hutan lindung Sei Jago yang disebut diloader, akan dikomersilkan atau di kavling-kavling. (Foto : Wak Tar)


Samsuri, Penduduk Desa Lancang Kuning “MINTA MAAF”
– Terkait Beroperasinya Loader di Hutan Lindung Sei Jago, Bintan.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Samsuri (78), penduduk Desa Lancang Kuning yang akan berkebun di kawasan hutan lindung Sei Jago, Kecamatan Bintan Utara, Selasa, (07/08/2018), pagi, datang ke Kantor Kehutanan Propinsi Kepri di Dompak, Tanjungpinang, guna mengklarifikasi tentang hutan lindung Sei Jago yang disebut diloader, akan dikomersilkan atau di kavling-kavling.

Beliau diterima pegawai Dinas Kehutanan, yang diwakili, Kasi PNBP, Raden Mariadi Noviandi. Pada pertemuan itu, Samsuri menyampaikan permohonan maafnya, karena meminta orang lain untuk membuka jalan dengan memakai loader, di kawasan hutan lindung tersebut.

“Saya tidak tahu pak, kalau itu tak boleh diloader, saya minta maaf pak,” ucap Samsuri.

Beberapa hari sebelumnya, setelah terbit pemberitaan di media ini, mengenai hutan lindung diloader orang tak bertanggungjawab, Samsuri, bersama, Eding (44), mendatangi Kepala Desa Lancang Kuning, Cholili Bun Yani, untuk mengklarifikasi dan minta maaf, karena melakukan aktivitas meloader hutan lindung, tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Kami tidak tahu kalau harus minta izin pak. Niat kami mau berkebun, agar kendaraan untuk angkat pupuk dan sebagai jalur transportasi mengangkut hasil penen nantinya,” ucap Samsuri, kepada Cholili.

Pihak Kehutanan Provinsi Kepri, mengatakan, bahwa tidak boleh ada memasukkan alat berat apapun ke dalam hutan lindung, karena ada aturannya.

“Saya berpesan dan berharap, agar jangan terulang lagi hal semacam ini dan jangan diteruskan, harus dihentikan,” ucap Raden.

Dan jika ingin berniat mau berkebun, bentuklah kelompok tani dan ajukan permohonan untuk berkebun di lahan hutan lindung, bukan main dicaplok saja.

“Hal mengenai itu semua ada aturannya,” pungkas Raden. (wak tar)

 

Tags: , , , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan