banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Satpol PP di Minta, Tindak Warnet “SALAHI IZIN OPERASIONAL”

Satpol PP di Minta, Tindak Warnet “SALAHI IZIN OPERASIONAL”
Salah satu Warnet yang ada di Kota Tanjungpinang. (Foto : Muhammad Cholul)

TANJUNGPINANG (SK) — Pengusaha Warung Internet (Warnet) di Tanjungpinang saat ini mulai merusak kalangan pelajar, karena operasional warnet tersebut menyalahi batas operasianal hingga subuh. Bukan ilmu yang di dapat, melainkan merusak moral kalangan pelajar itu sendiri, mereka asyik bermaian game online.

Ketagihan bermain game online dan poker sangat berbahaya bagi kaum pelajar, ini akan menciptakan kriminilitas di lapangan, seperti mencuri bahkan mabuk-mabukan.

Pantauan media ini di lapangan, Pukul 05.00 WIB,dini hari, Kamis, (12/8/2016), tampak Warung Internet yang menyalahi izin operasional usahanya.

Salah satunya Warnet di Jalan Brigjen Katamso KM 2. Sementara pihak pengelola warnet bersikap acuh tak acuh hanya memperkaya usahanya, tidak melihat dampak bagi kaum pelajar, serta lingkungan masyarakat sekitar.

Ahmad (42) tahun Warga sekitar, meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang segera bertindak, jangan diam diri saja.

“Di data, ambil keputusan yang tepat. Apabila Warnet kedapatan menyalahi jam operasional, segera cabut izinya,” pinta Ahmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Drs HZ Dadang AG M.Si, yang dihubungi melalui sambung telephone-nya mengatakan, bahwa Pengusaha Warnet sudah mengantongi izin operasionalnya. Akan tetapi, bagi warnet yang melanggar aturan jam operasionalnya, sudah di beri teguran.

“Ada yang 2 kali teguran. Apabila sekali lagi melanggar, maka izin usahanya akan kita cabut. Dan kami tetap berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungpinang,” kata Dadang. (SK-MC/C)

 

Tags: , , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

2 Responses

  1. Miko13 Agustus 2016 at 9:38 pmReply

    Baru baca nih berita, yang katanya merusak pelajar. Sangat disayangkan sekali tulisan sang wartawan satu itu.

    Halo?

    Yang merusak seorang pelajar itu sebenarnya apa? Bisa dilihat dari banyak aspek, lho. Pergaulannya? Didikan orang tua terhadapnya? Perhatian orang tua terhadapnya?

    Warnet hanya menyediakan jasa. Tidak lebih. Apa yang diakses oleh pelanggan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab si pelanggan sepenuhnya. Kalaulah misalkan judi online yang dipermasalahkan, sudah seharusnya pelanggannya yang menanggung resiko, bukan pihak warnet-nya. Owner warnet mencari uang secara halal, kecuali kalau warnet yang dimaksud memang menjadi sarang transaksi narkoba dsb.

    Memperkaya usahanya? Itu dari sekilas pandangan saja. Kalian belum tahu beratnya menjalankan usaha warnet, terutama dengan kondisi saingan yang begitu gila-gilanya belakangan ini. Belum biaya listrik, gaji karyawan, tagihan internet, serta biaya darurat lainnya seperti biaya perbaikan pc apabila ada masalah, dan biaya untuk pembelian konsumsi seperti makanan ringan dan minuman, dsb.

    Mengenai kecanduan game online, itu kembali kepada masing-masing orangnya. Hendaknya orang tua mengawasi anak-anaknya dalam bermain game online, untuk memastikan bahwa mereka tidak kecanduan. Game online itu tidak sepenuhnya buruk, justru sisi positifnya, otak anak dapat terasah dengan baik jika penggunaannya benar.

    Untuk masalah anak sekolah yang masih bermain di atas jam yang seharusnya, memang saya sebagai pengamat memang menyayangkan masalah ini, karena masih ada sebagian besar warnet yang masih membolehkan anak-anak yang masih sekolah untuk bermain di atas jam yang sudah ditentukan. Tapi, tidak semua warnet seperti itu menurut saya. Ada juga yang tetap mengikuti aturan sesuai yang diberitahukan dan yang sudah disosialisasikan sebelumnya.

    Warga memang bisa saja melihat dan memandang negatif warnet, tapi ketahuilah, tidak semua warnet itu negatif. Yang negatif itu ya kelakuan masing-masing orangnya. Sekali lagi saya tekankan di sini, warnet dalam hal ini owner warnetnya — juga butuh makan, dan harus mencari nafkah, dan tentunya dengan cara yang halal.

    Saya punya teman yang juga owner warnet di luar kota, dan saya tanya, di sana tidak dipermasalahkan buka sampai 24 jam penuh tuh, malah dibiarin gitu aja, selama TIDAK MENGGANGGU KETENANGAN MASYARAKAT dan MEMATUHI ATURAN dengan tidak mengizinkan anak-anak sekolahan bermain di atas jam yang sudah ditentukan. Itu saja. Masa iya sih, instansi pemerintah di sini malah sebaliknya, melarang pembukaan selama 24 jam penuh?

    Atau, instansi pemerintah yang berkaitan, justru kebakaran jenggot karena tidak mendapatkan ‘jatah’ yang diinginkan? Hehe, no offense ya, namun saya dengar begitulah kenyataannya.

    Sekali lagi, saya di sini hanya sebagai pengamat, bukan siapa-siapa. Ini opini saya untuk media ini yang saya sayangkan dan saya sesali, mengatakan bahwa warnet kian merusak pelajar. Ambil sisi positifnya, buang negatifnya.

    Salam sejahtera untuk kita semua.

    Miko.

    • Miko13 Agustus 2016 at 9:40 pmReply

      Tambah, belum lagi yang katanya pengurusan surat-surat izinnya yang katanya ‘gratis’, tapi ‘bersyarat’. (maaf kalau salah, mohon ralatnya).

Tinggalkan Balasan