banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Sebelum Dibuang Ke Laut, Kepala Korban “DIHANTAM PAKAI KAYU BROTI”

Sebelum Dibuang Ke Laut, Kepala Korban “DIHANTAM PAKAI KAYU BROTI”
Tersangka N saat digiring Tim Penyidik Mapolres Tanjungpinang. (Foto : Manurung)


Sebelum Dibuang Ke Laut, Kepala Korban “DIHANTAM PAKAI KAYU BROTI”
– Pelakunya Manajer PT Sinar Bhodi Cipta.
– Terancam Hukuman Mati.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Hasil pengembangan kasus pembunuhan janda beranak satu, Supartini, warga Bukit Cermin, Tanjungpinang, yang ditemukan di bibir sungai Jembatan 3 Dompak, Tanjungpinang, Minggu, (15/07/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, menetapkan N (58), manajer PT Sinar Bhodi Cipta, sebagai pelaku.

Dan, Tim Penyidik Mapolres Tanjungpinang, langsung menetapkan pelaku sebagai tersangka pembunuhan sadis tersebut.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, mengatakan, dari hasil penyidikan, diketahui sebelum membunuh korban, pelaku sempat bertengkar dengan korban. Pertengkaran ini dipicu kondisi korban yang tengah hamil buah hubungan gelapnya dengan pelaku.

Pelaku tidak bersedia bertanggungjawab, karena dirinya telah memiliki keluarga. Di lain pihak, korban minta pertanggungjawaban kepada pelaku karena status janda yang ia sandang. Tentu, pihak luar akan bertanya-tanya tidak ada suami, tapi korban hamil.

Cekcok ini, akhirnya membuat pelaku kalap. Bisikan setan pun langsung ditanggapi. Dalam suasana pikiran kacau inilah, korban langsung berpikiran sempit. Sebatang kayu broti pun diambil pelaku, dan langsung dihantam ke bagian belakang korban.

Tidak ayal, korban pun jatuh. Kejadian ini terjadi, Jumat, (13/07/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Hasil olah tempat kejadian perkara, penyidik Polres Tanjungpinang, yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiroseno, menyimpulkan akibat benturan kayu broti berukuran tangan orang dewasa, bagian kepala belakang memar dan patah.

Melihat korban jatuh dan tidak bergerak lagi, pelaku langsung memutar otak untuk mencari lokasi tubuh korban dibuang.

”Hasil penyidikan di lapangan, di lokasi kejadian masih ditemukan bercak darah. Di dalam mobil pelaku, juga ditemukan bercak darah, jam tangan dan cincin pelaku,” ujar Ucok Lasdin Silalahi.

Setelah korban benar-benar tumbang, diduga langsung tewas beberapa saat setelah pemukulan itu, pelaku langsung memasukkan korban ke dalam mobilnya, Toyota Rush warna silver dengan No Pol 1390 TQ.

Awalnya, pelaku sempat ingin membuang tubuh korban di daerah Senggarang. Di lokasi ini, mobil pelaku bolak balik mencari lokasi yang pas untuk membuang. Namun, di lokasi ini, pelaku mengurungkan niat. Dan, akhirnya mobil melaju ke Dompak.

Setiba di Jembatan 3, Dompak, pelaku langsung membuang tubuh korban ke dalam Sungai Jembatan 3. Saat dibuang, tubuh bagian atas korban, ditutupi karung goni beras 50 kilogram. Dibagian lain, kaki dan tangan diikat. Di dalam karung ini, pelaku juga memasukkan beberapa batu sebagai pemberat, agar tubuh korban tenggelam. Namun kondisi berkata lain, jasat korban ditemukan nelayan yang hendak melaut di bibir jembatan 3 Dompak.

”Pelaku telah diamankan di Mapolres Tanjungpinang. Saat ini, penyidikan terus dilakukan sebagai bahan pembuktian. Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman terberat pidana mati dan atau pasal 338 KUHP dengan hukuman paling lama 15 Tahun,” katanya.

Keberhasilan jajarannya mengungkap kasus ini tidak terlepas kerja keras Reskrim dan para saksi, serta pihak lainnya. Tidak lupa, Ucok atas nama Polres Tanjungpinang, mengucapkan turut berduka atas musibah yang dialami pihak keluarga korban. (wak zek)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan