Selama Ramadhan, Rumah Makan dan Kedai Kopi “TETAP DIBUKA”

Selama Ramadhan, Rumah Makan dan Kedai Kopi “TETAP DIBUKA”
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, saat safari Ramadhan di Masjid Ar Rahim. (Foto : Untung/Munsyi Bagus Utama)
– Ini Alasan Walikota Lis Darmansyah.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Sekarang ini bangsa kita sedang mengalami ujian dan cobaan. Masyarakat kita terlalu begitu bebas untuk menyampaikan apapun seperti di media sosial, sehingga kadang-kadang kita lupa, bahwa kita memiliki kodrat yang terbatas dalam memberikan penilaian terhadap orang lain.

Maka ujian yang sedang dialami bangsa kita itu, bukan hanya pada toleransi umat beragama saja, tapi antar umat islam itu sendiri sedang di uji. Bahkan antar umat islam sendiri, sesama kita kadang saling hujat menghujat, dan saling mengkafirkan satu sama lain, seperti yang diungkapkan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Sabtu, (10/06/2017), saat safari Ramadhan di Masjid Arrahim, Jalan Usman Harun, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Selanjutnya, Lis menyebutkan, kalau sekarang ini teknologi semakin maju, pendidikan agama semakin maju, luar biasa banyaknya. Tapi dalam kehidupan bermoral kita seakan terasa mundur. Kita semakin taat dan rajin beribadah, tapi kenapa kadang moral, lisan kita kurang terjaga, masih saja menyampaikan kata-kata yang menyebar kebencian, dan ini masih terjadi. Permasalahan di masyarakat ini, kata Lis, cukup memprihatinkan, dan seharusnya tidak terjadi.

Masih berkutat pada moral dan lisan, Lis mengambil percontohan, kalau mau masuk Ramadhan atau lebaran, pulsa puluhan ribu habis untuk membuat pernyataan minta maaf lahir dan bathin, sehingga dari gunung, laut , bukit, rumput, bahkan batu, semua habis dijadikan pantun minta maaf.

“Saat itu, kita memiliki kesadaran untuk saling meminta maaf sesama umat islam.
Tapi terkadang baru tiga hari atau seterusnya, orang yang baru kita kirimi SMS untuk saling memaafkan itu masih kita katain juga, padahal belum lama kita saling maaf memaafkan. Seharusnya, manfaat Ramadhan itu membekas pada hati kita. Noda-noda pada hati kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT selama Ramadhan untuk dibersihkan dan melipatgandakan pahala kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Lis juga memaparkan pilihannya tentang kebijakan apakah pada Ramadhan menutup rumah makan dan kedai kopi dengan tirai, atau membukanya. Kenyataan yang terjadi, menurutnya saat dibuka, justru omset menurun, dan menandakan orang muslim justru segan dan malu makan di siang hari.

“Semua yang saya lakukan akan saya pertanggungjawabkan. Maka kebijakannya, kedai makan dan minuman tetap kita buka, karena kalau orang beriman, maka dia tidak akan berada di situ, dan kalau orang merasa punya malu bahwa puasa itu kebajiban, maka tidak akan berani,” ucapnya.

Usai penyampaian Safari Ramadhan, Lis memberikan bantuan uang tunai dari Pemko Tanjungpinang kepada Masjid Arrahim melalui Ketua Pengurus Masjid.

Turut hadir dalam rombongan Safari Ramadhan saat itu, diantaranya Kadis Badan Lingkungan Hidup,Yuswandi SH, Sekretaris Korpri, mewakili Sekretaris DPRD, Herman, Kadis Perpustakaan dan Arsip diwakili Sekretaris Erdison, Kepala Badan Penanggulangn Bencana, Jufrizal, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Raja Kholidin, Kadis Sosial Sucipto, Kabag Kesra Riwayat, Camat Tajungpinang Barat Irwan S.Sos, Lurah Tanjungpinang Barat Wimmy Dharma Hidayat, Camat Tanjungpinang Kota Nasrizal, Kepala BKD Tengku Dahlan, Sekretaris KPUD, dan lainnya. (SK-MU)

 

Tags: , , ,
banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 728x90

banner

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan