Sembilan Riset Siswa MTsN 2 Kediri Dipatenkan di HAKI

Sembilan Riset Siswa MTsN 2 Kediri Dipatenkan di HAKI
Riset Siswa (Ilustrasi : Okezone)

JAKARTA (SK) — Siswa madrasah mampu membuktikan diri bahwa mereka tidak kalah dengan pelajar dari sekolah umum lainnya. Faktanya, sembilan riset siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kediri mampu ditorehkan di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Hal ini menunjukan prestasi riset siswa yang menuntut ilmu di sekolah madrasah kian menonjol. Salah satunya bisa diukur dari keterlibatan siswa-siswi madrasah dalam lomba-lomba karya ilmiah berbasis riset.

Hal ini disampaikan Kepala MTsN Kediri Nur Salim usai bertemu dengan Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag M Nur Kholis Setiawan, di Jakarta, Kamis 30 Juli 2015, sebagaimana dikutip Okezone dari laman Kemenag, Jumat 31 Juli 2015.

Menurut Nur Salim, hasil-hasil riset siswa didiknya merupakan karya orisinal temuan mereka. Untuk itu, setelah mendapat arahan dari Direktur Pendidikan Madrasah, dan untuk dilindungi karya-karya tersebut secara hukum. Pihak madrasah berinisiatif mengambil langkah-langkah dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Alhamdulillah, dalam kurun waktu enam bulan, sembilan karya tulis Ilmiah berbasis riset telah selesai kepengurusannya untuk mendapatkan HAKI dan kami akan meneruskan 11 karya lainnya. Ini merupakan komitmen kami dalam membangun madrasah riset. Hasil karya anak-anak kami harus dilindungi secara hukum,” lanjutnya.

Terhitung sejak 18 Mei 2015, hasil-hasil riset tersebut sudah terdaftar dan tercatat di Ditjen HAKI dan Surat Pencatatan Ciptaannya sudah disahkan. Dengan begitu, hasil-hasil riset tersebut sudah dilindungi oleh Undang-undang dan tidak bisa dibajak atau diplagiasi. Surat Pencatatan Ciptaan tersebut berlaku hingga 50 tahun sejak pertama kali diumumkan. Selain itu, siswa-siswi yang bersangkutan juga bisa meneruskan risetnya untuk skripsi, tesis, ataupun disertasi.

“MTsN 2 Kediri mengajukan 21 hasil riset yang sudah dibimbing para ahli dari LIPI dan sudah uji laboratorium. Saat ini sudah ada sembilan hasil riset yang sudah keluar Surat Pencatatan Ciptaannya dan sisanya masih dalam proses,” tambah Nur Salim bersemangat.

Berikut sembilan hasil riset siswa MTsN 2 Kediri tercatat di HAKI:

1. Manfaat Lendir Bekicot (Achatina fulica) sebagai Obat Luka Alama, dengan pencipta Risma Nailul Amalia.

2. Pemanfaatan Tulang Ayam Boiler Sebagai Bubur Yang Bergizi dan Bernilai Ekonomis, dengan pencipta Fahril Haikal Ilmi Sihabuddin.

3. Fermentasi Sampah Sayuran Pasar Grosir Kota Kediri Sebagai Pakan Ternak Untuk Meningkatkan Hasil Pertenakan Sapi di Kota Kediri dan Sekitarnya, dengan pencipta Muhammad Rofiqul Ilmi.

4. Kopi Biji Pepaya Untuk Menurunkan Kadar Kolesterol, dengan pencipta Astrid Rizkiya Sally.

5. Roti Sukun Untuk Diet Rendah Kalori, dengan pencipta Astrik Rizkya Sally.

6. Pemanfaatan Sarang Telur Laba-laba (Cocoon) Dari Ordo Araneae Sebagai Bahan Alami Alternatif Penutup Luka, dengan pencipta Rezza Putri Mahartika.

7. Pengaman Rumah Penggerak Solenoid dengan Koder Morse, dengan pencipta Aufa Millatul Haqq.

8. Potensi Biofungisida dari Jahe, Lengkuas Merah, Kunyit dan Labu Siam Untuk Mencegah dan Membasmi Jamur pada Tanaman Sawi, dengan pencipta Rahmah Nur Diana.

9. Nasi Gadung (Dioscorea hipsida Dennst) Sebagai Substitusi Nasi Jagung (Zae mays) Sebagai Makanan Rendah Kalori bagi Penderita Obesitas, yang juga diciptakan oleh siswa MTsN 2 Kediri. (SK-LU)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

banner 740x400

banner

banner 728x90

banner

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan