banner 740x400

banner 740x400

Sihat Siburian : Tanda Tangan Hadir Bukan Persetujuan

Sihat Siburian : Tanda Tangan Hadir Bukan Persetujuan
Proyek Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang diluncurkan Pemda Kabupaten Karimun, oleh warga dinilai gagal total. (Foto : Taufik)


Sihat Siburian : Tanda Tangan Hadir Bukan Persetujuan
– Program Kotaku Disorot.

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Warga Karimun kembali menyorot pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menganggarkan dana APBN sebesar Rp 1 miliar. Warga menilai, pengerjaan proyek di lapangan tidak berkoordinasi dengan perangkat RT setempat.

Ketua RT I, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Sihat Siburian, mengatakan, sebenarnya warga sangat setuju, Pemerintah Pusat menggulirkan dana bantuan buat Karimun.

Namun, yang menjadi tanda tanya, pelaksanaan pengerjaan proyeknya sama sekali tidak ada minta persetujuan warga setempat. Anehnya, pihak koordinator program Kotaku, melaporkan warga telah menyetujui.

”Kita tidak pernah menyetujui. Yang ada hanya memberi tanda tangan kehadiran saat pertemuan membahas program ini. Anehnya, tanda tangan kehadiran warga ini dijadikan bukti persetujuan. Kami protes, karena tanda tangan ini bukan persetujuan, melainkan daftar hadir,” kata Sihat Siburian, Sabtu, (9/11/2019).

Diakui, selama ini beberapa kali pertemuan telah dilakukan antara pihak pemerintah dengan warga. Namun, pertemuan ini hanya memberi informasi ke warga akan ada pembuatan jalan semenisasi, yang dikombinasi dengan pembangunan jalan Paving Blok.

”Sama sekali, tidak ada minta persetujuan warga,” ulangnya.

Kabupaten Karimun tahun ini memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebesar Rp 1 miliar.

Program Kotaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun sendiri merupakan program untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia, serta mendukung gerakan 100-0-100, yakni 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Tahun ini hanya Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, yang dapat dibangunkan drainase dan jalan.

Namun, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang diluncurkan Pemda Kabupaten Karimun, oleh warga dinilai gagal total. Pasalnya, pasca digulirkan pada tahun 2019 ini, proyek fisik dengan anggaran 1 miliaran ini, justru kerap menimbulkan keresahan warga, khususnya di kawasan RT 01 dan 04, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. (Wak Fik)

Click to rate this post!

[Total: 2 Average: 4.5]

Tags: , , , ,
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan