banner 740x400

banner 740x400

Tanjung Setumu, Aset Wisata Kepri “YANG BELUM TERGALI”

Tanjung Setumu, Aset Wisata Kepri “YANG BELUM TERGALI”
Batu berlubang di Tanjung Setumu, saat matahari terbenam (sunset). (Foto : Istimewa)

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG –- Lokasi di Tanjung Setumu yang terletak di ujung bagian barat Pulau Dompak yang selama ini hanya jadi lokasi tempat memancing saja bagi sebagian orang, ternyata menyimpan pemandangan yang indah, selain bebatuan, airnya yang jernih, juga pemandangan yang luar biasa indah disaat menjelang matahari tenggelam (sunset).

Kepada Sijori Kepri, Lurah Dompak, Heri Susanto S.Sos, mengatakan, Pulau Dompak memang banyak lokasi yang indah untuk dijadikan destinasi wisata di pesisir Tanjung Siambang hingga Tanjung Setumu.

“Kelurahan Dompak sudah membuat pemetaan potensi wisata, berdasarkan letak geografis per RW masing-masing. “Dan pilot projeknya di Tanjung Siambang” kata Heri, Kamis, (18/01/2018).

Selain itu juga, Ketua Kelompok Sadar Wisata Kelurahan Dompak (Pokdarwis Dompak) Dodi Irawan, mengungkapkan, di Tanjung Setumu itu ada sebuah batu berlubang, yang sangat indah bila dilihat saat matahari hampir terbenam, dan air setengah-setengah surut.

“Jika ada yang ke Tanjung Setumu, sebenarnya yang paling diincar adalah saat matahari terbenah itu,” kata Dodi.

Dihari yang sama, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kasatpol PP Kepri, Subandi, tentang pemberitaan di media tentang Tanjung Setumu, Dodi menyayangkan pemberitaan yang mengungkap perbuatan pengunjung dikalangan muda-mudi yang tidak baik di areal tersebut diwaktu sepi. Menurutnya, sepinya areal tersebut dikarenakan akses jalan itu belum baik, dan tidak terpantau oleh penduduk.

“Jadi jika Satpol PP Kepri membakar kemah-kemah buruk, tempat peristirahatan yang dibuat ala kadarnya itu, bukanlah merupakan solusi. Karena kemah yang alakadarnya itu hanya tempat santai dan berteduh saja. Hanya orang-orang yang tidak bertanggung jawab saja yang menyalahgunakannya dikala sepi,” jelasnya.

Lanjutnya, kondisi jalan kearah itu kurang baik, dan terkesan terbiar, dan banyak semak-semak. Menurutnya, jika jalan dibuka, tentu ramai, dan penduduk juga bisa berjualan di tempat itu, serta dapat menambah penghasilan penduduk setempat.

“Dan kalau sudah ramai, tentu tidak ada lagi yang berani berbuat yang tidak baik di lokasi yang seyogyanya dijadikan tempat wisata,” ujarnya.

Sementara Ketua RW.01, Johari mengharapkan, jika memang Satpol PP dan Linmas berperan penuh untuk pengamanan Pulau Dompak, tolong tertibkan jangan separuh-separuh. Masyarakat berusaha agar Tanjung Setumu menjadi tempat pariwisata sesuai tata ruang Provinsi.

“Jadi saya harap dalam hal ini aparat penegak hukum bekerja sama, termasuk Dinas Pariwisatanya. Kalau membangun ya benar-baner membangun. Jangan dibiarkan hingga jadi lahan terbiar, dan kalau ada orang luar yang berbuat tidak baik, imbasnya kena semuanya,” ujarnya.

Lanjutnya, yang namanya orang kampung mana bisa membedakan orang yang datang akan berbuat baik atau buruk. Pintu akses masuk yang ada seperti di jempatan II difungsikan. Jadi bisa diperiksa orang yang masuk.

“Kalau ada permasalahan, kita rembukkan, dan solusinya seperti apa. Apakah razia malam, apakah razia rutin,” katanya.

Ketua Forum RT/RW Kelurahan Dompak, Syahrin, mengatakan pada dasarnya mereka tidak mempermasalahkan aksi Satpol PP Kepri, karena itu sudah tugas. Hanya kehadiran tokoh masyarakat menghadap KasatpolPP Kepri sebenarnya untuk menyampaikan kepada masyarakat luas permasalahan yang sebenarnya yang miss comunication.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan bersama pak Kasat, bisa jelas dan menengahkan permasalahan. Jangan sampai ada kesalahpahaman, yang tadinya berangkan dari niat yang baik, sehingga ada kesalahpahaman yang meruncing. Kami hanya menjelaskan dan meluruskan,” terangnya.

Lanjutnya, masyarakat sebenarnya bukan minta dihargai. Namun hanya ingin tahu sebenarnya batasan-batasan Satpol PP Kota maupun Provinsi, seperti apa, sehingga kami RT/RW di Dompak ini paham. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah, dan kalau kita tidak sinergi, maka yang seperti inilah yang terjadi.

“Saya tidak mau ada kesalahpahaman di masyarakat, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menanggapi apa yang disampaikan pemuka masyarakat, mulai dari Lurah, RT, RW, Ketua forum RT/RW, dan pegiat pariwisata di Dompak itu, Subandi mengatakan, terkait kenyamanan di Dompak, akan menyampaikan kejajarannya agar berkoordinasi juga dengan masyarakat, baik Lurah, RT, dan RW setempat, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ia juga menyadari Pulau Dompak ini pulau bertuah, dan sudah menjadi daerah tujuan wisata, sehingga perlu dijaga dengan pengawasan dan pengamanan.

“Kita Musyawarah dan koordinasi dengan warga. Kami akan mengadakan semacam patroli bersama warga,” pungkasnya.

Diakhir pertemuan itu, Lurah Dompak, Heri Susanto S.Sos, mengucapkan terima kasih kepada Kasatpol PP Kepri yang sudah menyambut baik pertemuan itu, dan berharap semoga kedapannya bisa terjadi sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga apa yang dicita-citakan bersama bisa tercapai.

“Semoga silaturrahmi antara kita tetap terjaga,” katanya mengakhiri pertemuan itu. (SK-MU)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan