banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Tawuran Berdarah “ANTAR PELAJAR” di Bekasi, Satu Tewas di Tempat

Tawuran Berdarah “ANTAR PELAJAR” di Bekasi, Satu Tewas di Tempat
Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko dan Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo, memperlihat barang bukti tawuran. (Foto : Wak Min)


Tawuran Berdarah “ANTAR PELAJAR” di Bekasi, Satu Tewas di Tempat

SIJORIKEPRI.COM, KOTA BEKASI — Hanya untuk menunjukkan jatidiri pemberani, merasa hebat dan untuk kepuasan pribadi atau kelompok, tawuran antar pelajar pecah di Jalan Raya Sumur Batu, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis, (16/8/2018) lalu.

Kejadian itu menewaskan satu pelajar bernama Indra Permana dan dua lainnya mengalami luka serius dan tengah mengalami perawatan di Kartika Husada Kota Bekasi.

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko, mengatakan, aksi tawuran dilakukan sekompok pelajar dari SMK Karya Bhana Mandiri (KBM) dan SMK Pijar Alam (PA).

“Tawuran berawal saling ejek melalui whatsApp antara kedua pelajar. Dan mereka merencanakan untuk melakukan tawuran, kedua kelompok ini sama-sama menyiapkan senjata tajam untuk bertemu di Jalan Sumur Batu Bantargebang dan sama-sama siap untuk tawuran,” kata Wijonarko.

Korban meninggal Indra Permana, terkena sabetan celurit, sedangkan Aliansyah dan Maulana Dwi Putra mengalami luka serius. Polresta Metro Bekasi bersama Polsek Bantargebang telah menahan kelima pelaku utama, yang mengakibat korban meninggal dan luka.

Kelima pelaku yang ditahan adalah A (18) pelaku yang mencelurit korban, RP (17),  penyedia senjata tajam, MS (15) dan DAR (15) pembawa celurit dan ikut tawuran, serta MAS (16) menggunakan ikat pinggang dan ikut tawuran.

“Sesuai pengakuan pelaku, aksi itu hanya untuk mereka hanya untuk menunjukan jati diri pemberani dan merasa hebat,” tegas Wijonarko.

Sementara Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo, menambahkan ada pihak alumni SMK tersebut berperan penyedia senjata tajam digunakan tawuran. Tawuran itu terjadi antar kelompok teridiri dari 7 orang pelajar dan 15 pelajar.

“Pihak yang menjadi korban meninggal dan luka dari kelompok yang berjumlah 15 orang. Dimana masing masing kelompok saat tawuran sudah menyiapkan joki. Joki disini stanby diatas motor jika ada yang lari saat tawuran, maka akan dikejar menggunakan joki itu,” jelas Siswo.

Dalam kesempatan itu, ia menghimbau kepada orang tua maupun guru untuk dapat proaktif memeriksa siswa di kelas yang tidak mengikuti jam sekolah. Karena tawuran yang terjadi sore hari diluar jam sekolah.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi berupa 6 (enam) bilah celurit, 1 (satu)  buah bilah stik golf, 5 (lima) buah HP pelaku dan 1 (buah) jaket. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 Tahun penjara. (wak min)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan