banner 740x400

banner 740x400

Terkait Pemberitaan IWO Karimun “YAYASAN SADO DIPANGGIL KEMENSOS”

Terkait Pemberitaan IWO Karimun “YAYASAN SADO DIPANGGIL KEMENSOS”
Pembina Yayasan SADO, Linda Theresia SH. (Foto : IWO Karimun)

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Pengungkapan hasil tes urine pelajar di tiga SMP di Karimun oleh Yayasan Sahabat Anak Indonesia (SADO) yang terindikasi positif mengkonsumsi sabu-sabu, seperti yang diberitakan media ini dan media dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karimun sebelumnya, akhirnya Pengurus Yayasan SADO dipanggil Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Kamis, (21/09/2017).

“Saya ke Jakarta dipanggil Direktur Napza Kemensos RI. Ini sehubungan dengan kondisi Karimun saat ini, anak-anak usia SMP sudah terserang Napza. Ini sehubungan berita di media online juga ini, terutama media online yang tergabung di IWO Karimun,” ucap Pembina Yayasan SADO, Linda Theresia.

Linda mengatakan, Direktur Napza Kemensos RI mengaku khawatir, terkait fakta yang diungkapkan ke sejumlah wartawan media online di Karimun.

“Termasuk juga berita tentang adanya penekanan dari pihak tertentu, agar kita membuka data dan fakta ke pihak tertentu itu,” jelasnya.

Mengenai pemanggilan tersebut, Linda belum berani menjelaskan, apakah ini bersifat dukungan atau justru tekanan bagi Yayasan SADO dari pemerintah pusat.

“Tapi saya yakin, pemanggilan ini adalah bentuk dukungan dari pemerintah pusat terhadap yayasannya,” ujar Linda.

Lebih lanjut Linda mengatakan, Direktur Napza pernah bilang, siap pasang badan kalau berhubungan dengan data korban penyalahgunaan Napza.

“Direktur Napza pernah bilang, siap pasang badan demi untuk melindungi data korban penyalahgunaan Napza. Kalau ada yang tanya siapa yang bilang tidak boleh memberikan data korban Napza, bilang saja beliau yang suruh,” pungkas Linda.

IWO Karimun Datangi “YAYASAN SADO”
– Terkait 110 Pelajar SMP di Karimun, Yang 50% Positif Terindikasi Narkoba.

Sebelumnya diberitakan, Pengurus dan anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karimun mendatangi Kantor Yayasan Sahabat Anak Indonesia (SADO), yang berlokasi di Jalan Kapling, Tanjung Balai Karimun, Selasa, (19/09/17).

Kedatangan organisasi pers yang menyatukan wartawan media online se-Indonesia ini, terkait puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjung Balai Karimun diduga positif menggunakan narkoba, seperti diberitakan salah satu media online yang bergabung di IWO Karimun.

“110 pelajar SMP yang telah dirujuk dari pihak sekolahnya, setelah di cek urine sejak bulan Januari sampai Agustus 2017 ini, ditemukan 50% positif terindikasi narkoba. Dari 50% itu, 20%-nya menggunakan sabu, 30% lagi narkoba jenis lainnya. Dari total keseluruhannya, ada sebagian yang telah mengikuti program rehabilitas (rawat jalan, Red) di Yayasan SADO,” ucap Pembina Yayasan SADO, Linda Tereshia.

“Kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Terkejutnya lagi, ada pelajar ketika menjalani tes urine, ada urine yang mengandung nanah,” tambahnya.

Menemukan hal tersebut, sambung Linda, pihaknya sudah berkordinasi dengan keluarga pelajar yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

“Kita coba berkoordinasi dengan orang, pelajar bersangkutan terkait kondisi anaknya. Sebagian orang tua, ada yang tidak terima bahwa anaknya sudah terindikasi narkoba, ada juga yang terima, bahkan menyerahkan anaknya agar di rehab (rawat jalan, Red),” ungkapnya.

Linda mengharapkan, Pemkab Karimun melalui Dinas Pendidikan, cepat mengambil sikap dalam menangani hal ini.

“Temuan-temuan ini cukup memprihatinkan. Disdik Karimun harus cepat mengambil sikap dalam menangani hal ini,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Komisi Pengawasan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Ery Syahrial, menegaskan, Pemkab Karimun, Pemprov Kepri dan BNN, harus cepat menangani kasus ini dengan serius. Maka dari itu, perlu adanya kerjasama yang baik.

“Untuk menangani hal ini kita butuh kerjasama disemua instansi, agar dapat berupaya memperkecil angka pengguna narkoba di kalangan pelajar. Pemkab Karimun harus cepat, karena ini masalah serius,” pintanya.

Sementara itu, Ketua IWO Karimun, Rusdianto, mengatakan, dengan mendatangi Kantor Yayasan SADO, itu menjawab tantangan Bupati Karimun, Aunur Rafiq, yang meminta IWO Karimun gencar memberitakan tentang narkoba.

“Berdasarkan data dari Yayasan SADO, kondisinya sangat parah. Peranan Satpol PP merazia pelajar yang keluyuran di jam sekolah. Begitu juga dengan pihak kepolisian, lebih intensif lagi dalam kegiatan intelijennya. Tapi, pengawasan ketat dari orang tua sngat penting,” tegasnya. (SK-FIK/R)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan