banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Tidak Ditunjuk Ketua DPRD Kepri, Lis Nilai Mungkin Dia Belum Layak

Tidak Ditunjuk Ketua DPRD Kepri, Lis Nilai Mungkin Dia Belum Layak
Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kepri, dan juga Ketua DPRD Provinsi Kepri sementara, H Lis Darmansyah. (Foto : Ist)


Tidak Ditunjuk Ketua DPRD Kepri, Lis Nilai Mungkin Dia Belum Layak
– PDIP Putuskan Jumaga Nadeak Ketua DPRD Kepri.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, memutuskan PDIP sebagai pemenang perolehan suara untuk DPRD Provinsi Kepri. Partai berlambang moncong putih ini pun berhak mendapat jatah kursi Ketua DPRD Provinsi Kepri, periode 2019 – 2024.

Selama ini, jika PDIP dapat jatah kursi unsur pimpinan, maka kader yang akan diutus menduduki jabatan unsur pimpinan tersebut adalah Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) di DPD PDIP Provinsi. Jika unsur KSB tidak ada, maka DPD PDIP akan mengusulkan nama kader lainnya.

Terkait hal ini, ada pemandangan unik terjadi di PDIP Provinsi Kepri. Dimana, penetapan KSB terkesan tidak berlaku. Mengapa demikian? Pasalnya, Lis Darmansyah selaku Sekretaris DPD PDIP Kepri tidak dipilih menjadi ketua DPRD Provinsi Kepri. DPP PDIP malah menetapkan Bendahara DPD PDIP Kepri, Jumaga Nadeak, sebagai Ketua DPRD Kepri, masa bakti 2019 – 2024.

Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kepri, Lis Darmansyah, diminta keterangan membenarkan hal ini. DPP PDIP, katanya, telah menetapkan Bendahara PDIP Kepri sebagai Ketua DPRD Kepri. Lah, kok bisa?

Lis pun dengan enteng menjawab. ”Kalo ditanya kok bisa, saya juga akan bertanya hal serupa. Kok bisa?,” kata Lis Darmansyah, Senin, (16/9/2019).

Namun, karena dirinya petugas partai, tentu pertanyaan “kok bisa” ini dapat ia pahami. ”Apa pun yang diputuskan partai, itulah yang akan kita laksanakan. Tidak perlu kita pertanyakan lagi,” kata Lis, yang ditunjuk sebagai Ketua DPRD Provinsi Kepri sementara ini.

Menyikapi penetapan Ketua DPRD Kepri, Lis menilai DPP PDIP tentu ada pertimbangan lain mengapa bukan ia yang dipilih, meski saat ini ia menjabat Sekretaris DPD PDIP Kepri.

Dalam sisi kelayakan, Lis menilai mungkin DPP PDIP menilai Jumaga yang lebih layak. Ada pertimbangan-pertimbangannya. Mungkin, DPP PDIP, menganggap Lis belum layak dan belum mampu untuk memimpin lembaga DPRD Kepri.

”Atau belum pas untuk memimpin. Maka DPP PDIP memilih orang yang lebih pantas dan layak,” kata Lis.

Terkait pengusulan nama calon kader ke DPP PDIP, sebenarnya, ada tiga nama yang diusulkan ke DPP PDIP. Namun, setelah ada pertimbangan, hanya dua nama yang diusulkan mengikuti proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPP PDIP, yakni dirinya dan Jumaga Nadeak.

Fit and proper test Jumaga Nadeak, dilakukan 22 Agustus 2019, dan Lis Darmansyah tanggal 27 Agustus 2019. Seorang lagi tidak diajukan untuk mengikuti. Akhirnya, DPP PDIP menetapkan Jumaga yang akan menduduki kursi Ketua DPRD Provinsi Kepri.

Bagi Lis, apa pun keputusan pusat, tidak akan ia permasalahkan. Karena, bukan hal ini yang menjadi tujuannya melainkan mengabdi untuk rakyat. Lis pun mengucapkan terima kasih pada masyarakat Kepri, khususnya Kota Tanjungpinang, yang begitu semangat mendoakan dirinya menduduki jabatan ketua DPRD Provinsi Kepri.

”Orang bilang, jabatan itu bisa datang dan bisa pergi. Itu semata-mata keputusan Allah. Hari ini, kita berada di belakang, mungkin suatu saat kita akan berada di depan. Jadi, apa pun yang diputuskan, itu adalah keputusan terbaik. Yang paling penting, amanah yang diberikan pada kita bisa dilaksanakan dengan baik. Sehingga ada jabatan atau tanpa jabatan sekalipun, yang penting diri kita bisa bermanfaat bagi masyarakat dan masyarakat masih memberikan kepercayaan,” katanya.

Lis mengaku bersyukur. Ia teringat saat tidak lagi menjabat Walikota Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Lis berujar, setiap hari, rumahnya ramai dikunjungi warga. Masyarakat masih tetap datang, untuk berkeluh kesah.

”Yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Yang tidak bisa kita lakukan, tentu kita sampaikan dengan baik-baik,” ujar Lis Darmansyah.

Diakhir perbincangan, suami Yuniarni Pustoko Weni ini berujar, hidup itu tidak boleh dipersulit.

”Hidup ini sederhana saja. Jangan kamu kejar bintang, jika kamu tidak bisa mengejar bintang. Gapailah sesuatu itu sebatas kemampuanmu. Kalau kita paksakan diri, tentunya kita akan terjatuh nanti,” tutupnya. (Wak Zek)

Click to rate this post!

[Total: 0 Average: 0]

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan