banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Lagi, TIM WFQR Lantamal IV “TANGKAP KAPAL PENYELUNDUP BARANG”

Lagi, TIM WFQR Lantamal IV “TANGKAP KAPAL PENYELUNDUP BARANG”
Kapal KM SALWA IVANA-1 yang diamankan TIM WFQR Lantamal IV Tanjungpinang. (Foto : Dispen Lantamal IV)

TANJUNGPINANG (SK) — Informasi yang diterima Sijori Kepri dari Kepala Dispen Lantamal IV, Mayor Laut (KH) Drs. Josdy Damopolii, bahwa Tim WFQR (Western Fleet Quick Response)-4 Unit-1 Jatanrasla (kejahatan dan kekerasan di laut) Lantamal IV yang dipimpin Mayor Laut (T) Rudi Amirudin saat sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan Teluk Jodoh Batam pada Pukul 01.00 WIB, menangkap sebuah kapal kayu yang merupakan TO (Target Operasi) Tim WFQR-4 saat berlayar pada malam hari, tanpa menggunakan penerangan lampu navigasi, Jumat, (10/02/2017).

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI S Irawan, saat diperiksa kapal KM SALWA IVANA-1, dengan nahkoda “M” dan 2 (dua) orang yang berinisial “M dan A”, modus yang dilakukan untuk mengelabuhi pantauan petugas kapal berlayar yaitu dengan tanpa menggunakan lampu navigasi, sehingga menimbulkan kecurigaan petugas. Kapal ditangkap pada posisi 01° 09′ 771′ LU – 103° 58′ 935′ BT.

“KM SALWA IVANA-1 Pemilik “RR” yang merupakan kapal jenis kapal kargo kayu berbendera Indonesia, mempunyai ciri-ciri kapal Anjungan berwarna biru laut, dengan lambung berwarna coklat kayu,” jelas Danlantamal IV.

Adapun jenis muatan kapal tersebut antara lain, biji coklat sejumlah 368 karung (+-13 ton), panci buatan China sejumlah 2 palka, alat listrik berupa NCB, travo, lampu sejumlah 1 palka, termos buatan China sejumlah 2 (dua) koli ukuran besar, piring keramik buatan China sejumlah 10 (sepuluh) koli, mangkok keramik 5 koli, berbagai macam barang2 China 10 (sepiluh) koli masih dalam penghitungan, dan cat merk Jotun sejumlah 36 drum.

Pelaku diduga melakukan pelanggaran dengan memanipulasi tonase kapal. Tonase : 6 GT (tidak sesuai ukuran riilnya +-25 GT), dan mengeluarkan barang dari kawasan FTZ tanpa dokumen pemberitahuan persetujuan pengeluaran barang untuk menghindari pembayaran pajak negara (PPN) 10 % dari harga barang. Diduga barang-barang tesebut berasal dari Singapura, kemudian diselundupkan masuk ke wilayah Batam melalui pelabuhan “tikus”.

Guna penyelidikan lebih lanjut, tindakan yg dilaksanakan Tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla membawa kapal KM SALWA IVANA-1 ke Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang, guna proses lebih lanjut. (SK-MU/R)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan