banner 740x400

banner 740x400

Wan Siswandi dan BWSS IV, Bahas Percepatan “PEMBANGUNAN NATUNA”

Wan Siswandi dan BWSS IV, Bahas Percepatan “PEMBANGUNAN NATUNA”
Sekda Natuna Wan Siswandi dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera IV, bahas Percepatan Pembangunan Sarana Bendungan dan Irigasi Natuna. (Foto : Bernard Simatupang)

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Sekda Kabupaten Natuna, Wan Siswandi S.Sos, M.Si, memimpin Rapat Pembahasan Percepatan Pembangunan Sarana Bendungan dan Irigasi Natuna, bersama Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera IV (BWSS), di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Natuna, Selasa. (10/10/2017).

Dalam Sambutannya, Sekda Natuna, Wan Siswandi, mengucapkan terima kasih kepada Kepala BWSS IV, Dr Ismail Widadi, beserta rombongan, atas kunjungan kerjanya, dalam rangka membahas percepatan pembangunan sarana bendungan dan irigasi di Kabupaten Natuna.

Lebih lanjut, Wan Siswandi, mengatakan, bahwa Kabupaten Natuna mempunyai beberapa program prioritas yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, mulai dari Pertahanan, Perikanan, Migas, Pariwisata dan Lingkungan Hidup. Semua bidang tersebut, menjadi prioritas pemerintah pusat. Dengan keterlibatan BWSS dalam pengembangan irigasi dan bendungan di Natuna, tentu banyak manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BWSS IV, Dr Ismail Widadi, menyampaikan, bahwa kehadiran mereka ke Natuna dalam rangka silaturahmi sekaligus untuk melihat langsung progres pembangunan irigasi dan bendungan di Natuna.

Sebagai perpanjangan tugas dari Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Sumber Air, maka BWSS berupaya menyediakan sumber daya air untuk mendukung percepatan pembangunan.

“Kami juga ingin melihat langsung hasil kerja dari BWSS, mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2017, apakah sudah rampung dan bermanfaat bagi masyarakat,” terang Ismail.

Untuk menjawab harapan dari Pemerintah Daerah, Ismail, mengatakan, pada tahun 2018 mendatang BWSS akan membangun beberapa prasarana air di Natuna. BWSS diberi tugas untuk menyediakan kebutuhan air baku dan irigasi. Baik di Kelarik maupun Bendungan Tapau.

“Khusus irigasi Kelarik, kita telah menjadwalkan akan diresmikan tahun 2018 mendatang, Presiden Jokowi bersama beberapa menteri rencananya akan meresmikan langsung bendungan tersebut nanti. Kami juga mendapat tugas dari Jakarta untuk membangun irigasi Tapau, guna memenuhi kebutuhan irigasi sawah,” paparnya.

Dikatakannya, untuk pengembangan irigasi Tapau, diperlukan dana kurang lebih Rp 80 milyar, dengan pengerjaanya akan dilakukan selama satu tahun.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung Potensi SDA Natuna, bahwa potensi pertanian bukan hanya ada di laut, tapi di darat juga ada, dan apabila dikembangkan dengan tepat, maka tidak kalah dengan potensi hasil laut Natuna.

Pada perisipnya, BWSS berharap, ada sinergitas dari steakholder terkait di Natuna, untuk mendukung pelaksanaan pengembangan irigasi dan bendungan di Natuna.

“Kita berharap keterlibatan para instansi terkait, misalnya PDAM untuk penyaluran air baku kepada masyarakat. Kemudian Dinas Pertanian untuk pengairan sawah, sinergisitas ini sangat diperlukan, agar pembangunan irigasi dan bendungan di Natuna bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya.

Selain itu, sambung Ismail, embung Sebayar yang merupakan sumber air baku untuk masyarakat Kota Ranai, juga akan dilakukan pengerjaan pada tahun 2018 mendatang.

“Memang secara penganggaran tidak ada kepastian berapa plotingnya, tetapi kita tetap berupaya untuk melanjutkan pembangunan embung di Sebayar tersebut, hingga selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat nantinya,” pungkasnya. (SK-Nard)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan