BASARNASKEPRILINGGA

1 Keluarga Asal Canada Ditemukan Terombang Ambing di Perairan Lingga

×

1 Keluarga Asal Canada Ditemukan Terombang Ambing di Perairan Lingga

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan bersama korban Kapal Layar Gitana saat dievakuasi di Mako Lanal Dabo. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Batam — 1 (satu) keluarga asal Canada ditemukan terombang ambing diatas Kapal Layar Gitana oleh Nelayan Pulau Lalang, karena kehabisan bahan bakar (BBM) di Perairan Pulau Lalang, Kabupaten Lingga, Selasa, (01/02/2022), sekira pukul 18.07 WIB.

Kepala Kantor BASARNAS Tanjung Pinang, Slamet Riyadi, membenarkan adanya operasi SAR Kecelakaan Kapal Layar Gitana mengalami kehabisan bahan bakar (BBM) di Perairan Pulau Lalang, Kabupaten Lingga, pada koordinat 0°42’41.0″S 104°28’32.7″E.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“1 (satu) keluarga asal Canada ini terdiri dari Gruening Jeremy Graham Benjamin (39), Gruening Tasha Adina (37), Gruening Tefarah Amnika (9) dan Gruening Seneika Jada (6) ditemukan oleh Nelayan Pulau Lalang, di Perairan Pulau Lalang, Kabupaten Lingga,” kata Slamet Riyadi, Rabu, (02/02/2022).

Mendapat informasi adanya Operasi SAR Kecelakaan Kapal, Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Lingga bersama Tim SAR Gabungan bergerak ke Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) yang dilaporkan menggunakan RIB Unit Siaga SAR Lingga.

Kemudian pada pukul 00.30 WIB, Tim SAR Gabungan tiba di LKK dan melaksanakan koordinasi dengan hasil, bahwa korban dalam keadaan sehat dan aman, selanjutnya korban dievakuasi menggunakan Sea Rider milik Lanal Dabo menuju Mako Lanal Dabo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Adapun personil yang bergerak antara lain Tim Rescue Unit Siaga SAR Lingga 5 (lima) orang, Polair Polda Kepri 1 (satu) orang, TNI AL 15 orang, BPBD Kabupaten Lingga 1 (satu) orang, Imigrasi 1 (satu) orang, personil KKP 1 (satu) orang dan masyarakat setempat,” ujar Slamet Riyadi.

Kronologis kejadian berawal pada pukul 15.00 WIB, 1 (satu) keluarga melakukan perjalanan menggunakan Gitana, jenis Sailing Yacth dari Port Dickson Malaysia menuju Bativia Jakarta.

Dalam perjalanan tersebut, kapal mengalami kerusakan mesin (mesin masuk air, kondisi hidup tapi tidak bertenaga). Setelah dilakukan usaha perbaikan, namun tidak kunjung berhasil diperbaiki.

Dengan kondisi demikian, Jeremy Graham Benjamin (39), mencoba mencari pulau teredekat, dan dikarenakan air posisi pasang surut, Kapal bersama 4 (empat) orang korban ditemukan oleh Nelayan Pulau Lalang. 

“Sampai saat ini kondisi wisatawan asing diamankan di rumah warga bapak Jamaluddin dalam keadaan sehat dan membutuhkan pertolongan untuk perbaikan mesin kapal. Menurut WNA tersebut, estimasi perbaikan hanya di Jakarta,” ungkap Slamet Riyadi.

Berdasarkan hasil koordinasi bersama Tim SAR Gabungan, bahwa korban sementara akan tinggal di Mes Perwira Lanal Dabo, sedangkan Kapal korban akan diperbaiki di Dermaga Nelayan Pulau Lalang. (Rid)