COVID-19KEPRITANJUNG PINANG

10 Pedagang dan 2 Pembeli Positif Covid-19 di Pasar Bintan Centre

×

10 Pedagang dan 2 Pembeli Positif Covid-19 di Pasar Bintan Centre

Sebarkan artikel ini
Tim Satgas Covid-19 Kota Tanjung Pinang saat melakukan Rapid Antigen di Pasar Bintan Centre, Tanjung Pinang. (Foto : Prokopim TPI)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Meskipun awalnya ada penolakan, namun akhirnya 139 orang mengkuti Rapid Antigen di Pasar Bintan Centre. Dari hasil Rapid Antigen tersebut 12 orang dinyatakan Positif Covid-19, terdiri dari 10 Pedagang dan 2 Pembeli, Sabtu, (03/07/2021).

Kondisi ini akan memperpanjang mata rantai dari penjual ke pembeli, termasuk juga keluarga dan orang-orang sekelilingnya. Kondisi ini sangat mempeihatinkan. Bagaimana kalau hal ini terjadi pada diri kita sendiri, keluarga kita terbaring tak berdaya di rumah sakit, bahkan meninggal pun tanpa dilepas sanak saudara.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Wali Kota Tanjung Pinang, Rahma, mengatakan, bahwa saat ini kondisi Covid Kota Tanjung Pinang sedang mengalami peningkatan. Karena masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 semakin banyak.

Sesuai data rilis dari Tim Satgas Covid-19 pada Jumat, 2 Juli 2021, kasus aktif berjumlah 1.074 orang yang terbagi dari pasien yang dirawat di Rumah Sakit, Lohass Hotel sebagai tempat isolasi terpadu dan ada juga isolasi mandiri di rumah. Jumlah positiv Covid dari Maret 2020 sampai hari Jumat, (02/07/2021) sebanyak 5.096.

“Hal ini menjadi masalah besar bagi kita semua, karena rumah sakit dan tempat isolasi terpadu sudah penuh dan tenaga medis kita yang sangat terbatas,” kata Rahma, didampingi Wakil Wali Kota Tanjung Pinang, Endang Abdullah.

Pada dasarnya, lanjut Rahma, aksi yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Tim Satgas semata-mata untuk menyelamatkan warga dan memutus mata rantai penyebaran Covid.

“Bukan untuk pencitraan atau tujuan lain,” sebutnya.

Meskipun saat ini tengah gencar untuk vaksinasi, tetapi Protokol kesehatan menjadi faktor utama yang harus dijaga. Perlu adanya kesadaran dari kita semua dan seluruh elemen masyarakat bahwa kondisi Tanjung Pinang saat ini sudah memasuki zona merah. Jumlah pasien yang meninggal terus bertambah, kondisi rumah sakit untuk pasien Covid-19 sudah membludak, tenaga medis mulai kelelahan dan ekonomi juga terguncang.

Masyarakat harus tahu, bahwa masih ada saudara-saudara kita yang menjadi pasien Covid saat ini terbaring di rumah sakit, bahkan ada yang harus bernafas dengan dibantu alat ventilator.

“Bayangkan bila hal ini terjadi pada diri kita atau keluarga kita. Kita bisa melihat masih ada saudara kita yang harus rela kehilangan orang kesayangannya yang meninggal diakibatkan Covid-19. Ada juga yang tengah melakukan isolasi mandiri di rumah yang menanti sampai akhir masa isolasi mandirinya selesai. Sedangkan kita yang masih diberi kesehatan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, patut mensyukurinya dengan tetap menjaga kewaspadaan diri, menjaga keluarga dan menjaga siapapun yang ada disekitar untuk dapat terhindar dari Covid-19 dengan saling memberikan dukungan, motivasi dan bantuan baik moril maupun materil,” jelas Rahma.

Apa yang dilakukan pemerintah, lanjut Rahma, tidak akan berhasil tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak, terutama masyarakat untuk menyadari bahwa Covid-19 ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah, tapi juga peran aktif masyarakat.

“Mari kita bersama-sama bersatu melawan Covid-19. Mari saling bersinergi dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Sambil selalu berdoa bersama, memohon petunjuk dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita semua tetap dalam perlindungan-Nya dan kasih sayang-Nya,” ajak Rahma.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Surjadi, yang berada di lokasi pada pagi hari, menghimbau pedagang dan pembeli pasar Bintan Centre untuk dilaksanakan Repid Antigen.

Himbauan itu, katanya, dilakukan bertepatan dengan agenda kunjungan Wali Kota pada kegiatan vaksinasi di Kelurahan Kampung Bugis bersama Lantamal IV.

Surjadi juga mengatakan, kondisi saat ini sudah sangat berat dan harus saling memahami dan saling memberikan dukungan. Ini adalah langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyadarkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk mengedukasi masyarakat, fikirkan bagaimana bila keluarga kita yang kena, ibu wali ingin menjaga kita semua dan tolong untuk direspon yang baik,” ungkap Surjadi.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Kepri, Juramadi Esram, yang juga Ketua NU Kota Tanjung Pinang, serta Ketua LAM Kota Tanjung Pinang, Wan Rafiwar, yang juga berada di Pasar Bintan Centre, menyatakan sangat mendukung langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Tanjung Pinang dalam memutus mata rantai Covid -19. (Red)

Follow