13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

oleh
– Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (SK) — Tiga belas tahun sudah Kota Otonom Tanjungpinang berdiri sejak diresmikan pada 17 Oktober 2001 silam. Sudah banyak pula pencapaian pembangunan yang dirasakan. Namun, tidak sedikit juga persoalan yang mesti dituntaskan khusus di Kota Gurindam ini.

Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH mengucapkan ribuan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel serta melayani. Selama kepemimpinannya bersama H Syahrul SPd yang telah menginjak tahun ke-2, fokus kerja pasangan tersebut dititikberatkan pada bagaimana mewujudkan masyarakat yang sejahtera sesuai dengan norma budaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Lis saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Otonom Tanjungpinang ke-13 di halaman Kantor Walikota Tanjungpinang, Jumat (17/10) lalu.

Menurut kepala daerah yang diusung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, hal yang paling utama dibenahi terlebih dahulu adalah moral dan kinerja para aparaturnya sebagai unsur terdepan dalam pelaksanaan pembangunan. Maka itu, di awal pemerintahannya bersama H Syahrul SPd, telah tercapai melalui bukti bahwa sudah sebanyak 48 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang meraih predikat sebagai pegawai teladan.

Yang terdiri dari 36 PNS dan 12 tenaga honorer. Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga telah memberhentikan 1 orang PNS dan 13 honorer yang tidak disiplin. Tujuannya, yakni mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel serta melayani.

Selain itu, untuk mendukung kinerja pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat, Lis-Syahrul pun telah membentuk pula dua SOTK baru yaitu Dinas Pasar, Koperasi dan UMKM serta Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman.

Kendati demikian, Lis mengakui, tiga belas tahun Kota Otonom Tanjungpinang sudah berjalan, tapi masih banyak tugas yang belum terselesaikan. Baik persolan banjir, penuntasan pembangunan infrastruktur yang terus digesa serta revitalisasi tempat kesehatan masyarakat, investasi dan pendidikan.

Oleh sebab itu, menurutnya, kerjasama yang sinergis antara pemerintah dan semua unsur masyarakat sangat penting dalam mewujudkan Kota Tanjungpinang seperti yang kita inginkan. Baik, pelayanan prima dan pembentukan aparatur yang bijak adalah salah satu upaya pemerintah dalam upaya mewujudkan visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota kedepan.

Kendati demikian, selain banyaknya persoalan yang harus dituntaskan oleh Lis-Syahrul, tentu juga terdapat prestasi yang telah diraih pasangan itu. Baik kedisplinan pegawai yang semakin hari semakin baik, juga ada peningkatan pencapaian prestasi yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada mereka.

Diantaranya adalah Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013. Anugerah itu diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Azwan Abubakar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (29/1) belum lama ini.

Lis mengatakan, penghargaan yang diperoleh itu merupakan hasil kerja keras semua pihak, khususnya aparatur pemerintah dalam menjalankan amanah birokrasi. ia mengharapkan, predikat akuntabilitas kinerja pemerintah dapat terus ditingkatkan sehingga memperoleh hasil terbaik.

Visi dan misi yang diusung Lis-Syahrul. Yakni, visinya tentang Tanjungpinang yang sejahtera, berakhlak mulia dan berwawasan lingkungan dengan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel dan melayani. Dengan misi, pertama, meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat (red-modal sosial). Yakni menjamin kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.

Kedua, meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi lokal yang berbasis ekonomi kerakyatan, mengembangkan kehidupan yang agamis dan berbudaya serta demokratis dalam bingkai pancasila.

Selanjutnya, harus diwujudkan pemerintahan yang bersih, menciptakan iklim investasi yang kondusif, mengutamakan keunggulan komparatif, mengembangkan potensi pariwisata, meningkatkan sumber daya pemuda dan melaksanakan pembangunan yang ramah lingkungan dengan penataan ruang dan pemanfaatan lahan yang efektif serta melestarikan lingkungan hidup untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam visinya itu, Lis menyoroti peringkat Tanjungpinang sebagai kota yang masih tergolong miskin dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kepri. Tanjungpinang katanya, berada pada peringkat dua terbawah d iatas Lingga dari segi kemiskinan.

Hal ini menurutnya, merupakan salah satu yang menjadi titik perhatiannya dalam pengentasan kemiskinan di Kota Gurindam jika terpilih sebagai walikota nantinya. Berdasarkan data BPS Tanjungpinang, kota ini berada pada peringkat ke-6 termiskin dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri. Hal ini sangat tidak pantas disandang kota Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepri.

Solusinya, yakni dengan menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memaksimalkan peran ibu rumah tangga agar produktif. (HK/SK-001)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.