, ,

2 Personil Polres Lingga Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

oleh
2 Personil Polres Lingga Diberhentikan Dengan Tidak Hormat
Kapolres Lingga, Polda Kepuluan Riau, AKBP Arief Robby Rachman, memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Homat (PTDH) kepada Personil Polres Lingga, di Lapangan Apel Polres Lingga. (Foto : Humas Polres Lingga)
Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Sijori Kepri, Lingga — Gunakan Narkoba, 2 (dua) Personil Polres Lingga dengan Pangkat BRIPKA dan BRIGADIR, diberhentikan dengan tidak hormat, pada upacara Pemberhentian Tidak Dengan Homat (PTDH) kepada Personil Polres Lingga, di Lapangan Apel Polres Lingga, Senin, (08/02/2021).

Sebagai Inspektur Upacara adalah Kapolres Lingga, Polda Kepulauan Riau, AKBP Arief Robby Rachman, dengan Pasukan Upacara terdiri dari Pejabat Utama (PJU) Polres Lingga, Perwira Polres Lingga dan Seluruh Personil Polres Lingga, serta ASN Polres Lingga.

Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman, menyampaikan, bahwa dilakukan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) guna menindaklanjuti Surat Keputusan Kapolda Kepri Nomor Kep/479/XII/2020, tanggal 28 Desember 2020 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 2 (dua) Personil Polres Lingga dengan Pangkat BRIPKA dan BRIGADIR.

Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap ke 2 Personil Polri tersebut melalui Proses cukup panjang, dengan melakukan sidang Kode Etik Profesi Polri dengan Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), karena yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkoba.

Upacara PTDH terhadap anggota Polri suatu Peristiwa sangat memprihatinkan dan sebenarnya tidak perlu terjadi, seandainya masing-masing anggota Polri mampu mengendalikan diri sebagai insan Bhayangkara, abdi utama masyarakat, sekaligus sebagai aparat penegak hukum yang menjadi tauladan bagi kesatuan, masyarakat dan Keluarga.

Menurut Kapolres, tidak ada pimpinan yang ingin kehilangan anggotanya, apalagi melalui Proses PTDH. Namun hal ini mesti dilakukan sebagai komitmen Pimpinan Polri terhadap anggota yang melakukan tindak pidana, khususnya penyalahgunaan Narkoba di internal Polri.

“Semoga kasus ini dapat menjadi Pembelajaran bagi kita semua untuk tidak melakukan Pelangaran hukum, Pelangaran disiplin dan Kode Etik Profesi Polri yang mengakibatkan Kerugian diri sendiri maupun Keluarga,” kata AKBP Arief Robby Rachman.

Dalam Pelaksanaan Upacara PTDH tidak dilakukan Penanggalan Baju Dinas Kepolisian, karena ke 2 Personil Polri yang di PTDH tidak hadir dan Upacara dilakukan secara IN ABSENTIA, dengan membawa foto ke 2 Personil Polri yang di PTDH ke depan Inspektur Upacara.

Selanjutnya Inspektur Upacara memberikan Surat Keputusan (Skep) PTDH kepada Personil yang mewakili membawa ke 2 Foto Personil Polri PTDH tersebut untuk disampaikan Kepada Personil Polri yang telah di PTDH. (Rid)