KARIMUNKEPRI

3 Warga Thailand Diamankan “IMIGRASI KARIMUN”

×

3 Warga Thailand Diamankan “IMIGRASI KARIMUN”

Sebarkan artikel ini
Kakanim berserta Kasubsi Penindakan, Kasubsi Pengawasan, Kasi Insarkomkim dan Kasi Wasdakin, saat menunjukan paspor warga asing ke arah awak media. (Foto : Taufik)
– Gunakan Visa Kunjungan Buat Kerja.
– Negara Rugi Ratusan Juta Rupiah.

KARIMUN (SK) — Konfrensi Pers tentang penangkapan 3 (tiga) orang warga Thailand, yang diduga menyalahgunakan visa, dilaksanakan dikantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun, pada Pukul.11.00 WIB, Senin, (06/02 2017).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam konfresi pers tersebut Kepala Kantor Imigrasi, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra, menjelaskan pada awak media, bahwa warga Thailand tersebut diamankan petugas Imigrasi disuatu rumah di Jalan Teluk Air No 20, yang diketahui rumah tersebut digunakan oleh PT SK SENA MINING. sebagai kantor dan mess pegawainya.

“Mereka diduga tinggal di Indonesia untuk berkerja di PT SK SENA MINING. Yang bersangkutan tinggal di Indonesia tidak menggunakan visa berkerja, melainkan visa kunjungan 212, beberapa kali berjalan dan visa kunjungan saat kedatangan,” paparnya.

Adapun ketiga orang tersebut menurut catatan Imigrasi, yaitu Abduraheem Mahyeetae, tempat tanggal lahir Yala Thailand, 01 september 1972 Nomor Paspor AA3754565, Suchat Chomsuansawan, tempat tanggal lahir, Phitsanulok Thailand, 14 September 1995, nomor paspor AA5101539. Dan Arhamadsunkiflee Jintra, tempat tanggal lahir Yala Thailand, 01 maret 1973, Nomor Paspor AA6223303.

Ketiganya diduga melanggar pasal 122 huruf a UU no.6 tahun 2011, tentang Keimigrasian, (dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta). Setiap orang yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesui dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya.

Jumlah kerugia negara akibat perbuatan mereka karena tidak membayar pajak berjumlah Rp 132.600.000. (Seratus tiga puluh dua juta enam ratus ribu rupiah).

Pada saat rilis itu, juga dihadiri Kasubsi Penindakan, Denni Tresno S , Kasubsi Pengawasan, Irgin Riko S, Kasi Insarkomkim, Ryawantri Nurfatimah, dan Kasi Wasdakim, Berthi Mustika. (SK-FIK/C)

 

Follow