, ,

411.46 Gram Sabu Direbus dan Dibuang ke Septi Tank

oleh
Kabagwasidik Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP C.P. Sinaga, didampingi Kepala Balai POM Kota Batam, Yosef Dwi Irwan dan perwakilan dari BBNP Kepri AKP Tafsiruddin, melakukan pemusnahan narkotika jenis sabu dan ganja kering. (Foto : Humas Polda Kepri)

Sijori Kepri, Batam – Sebanyak 411,46 gram narkotika jenis sabu direbus dan dibuang ke dalam Septi Tank, Senin, (15/6/2020). Selain itu, sebanyak 5.796 gram ganja kering dimusnahkan.

Pemusnahan barang bukti hasil tangkapan polisi ini, dipimpin oleh Kabagwasidik Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP C.P. Sinaga, didampingi Kepala Balai POM Kota Batam, Yosef Dwi Irwan dan perwakilan dari BBNP Kepri AKP Tafsiruddin.

Barang bukti ini dari Lima Laporan Polisi dan Surat Ketetapan Sita dari Kejaksaan Negeri Batam, maka pelaksanaan pemusnahan barang bukti dilaksanakan pada hari ini, selama Periode April sampai dengan Mei 2020 didapati barang bukti sebanyak 515,39 gram sabu dan 6.000 gram ganja kering.

Kabagwasidik Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP C.P. Sinaga, mengatakan, yang dilakukan pemusnahan adalah Sabu sebanyak 411,46 gram, dan sisanya dikirim ke Labfor cabang Medan sebanyak 87,93 gram, untuk pembuktian persidangan sebanyak 16 gram.

”Untuk Ganja Kering sebanyak 5.796 gram, dan sisanya dikirim ke Labfor cabang Medan sebanyak 192 gram, pembuktian dipersidangan sebanyak 12 gram daun ganja kering,” jelas C.P. Sinaga.

Barang bukti jenis sabu dimusnahkan dengan cara direbus dengan air panas, dan selanjutnya dibuang ke dalam septi tank. Untuk barang bukti jenis daun ganja kering dimusnahkan dengan cara di bakar. Jika 1 gram sabu dan 1 gram ganja kering diasumsikan dapat digunakan oleh 5 (lima) orang pengguna, sehingga jumlah orang yang dapat diselamatkan adalah 32.575 orang atau jiwa.

Bahwa dengan masih adanya ditemukannya tindak pidana Narkoba di Wilayah Provinsi Kepri dan daerah-daerah yang menjadi TKP penangkapan, seperti di Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Domestik Sekupang, yang merupakan pintu masuk barang haram tersebut, menjadi salah satu tempat sebagai target dan perhatian.

”Pintu masuk narkoba di wilayah Kepri masih banyak, ditandai dengan banyaknya pengungkapan-pengungkapan ini. Dari 5 LP tersebut, sebanyak 9 orang berhasil kita amankan dan akan terus kita lakukan pengembangan lebih lanjut secara maksimal untuk mengungkap sampai dengan ke penyalurnya,” katanya.

Para Tersangka dikenakan pasal Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) jo pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun. (Wak Dar)

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]