,

5 Warga Tanjung Uban Ditangkap Ditreskrimum Polda Kepri

oleh
Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Donny Siswoyo, Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha dan Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri, IPDA Husnul Afkar, bersama 5 pelaku PMI ilegal. (Foto : Ist)

Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 15 Miliar

Sijori Kepri, Bintan — 5 (lima) warga Tanjung Uban tersangka pelaku tindak pidana perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara Ilegal inisial A, AM, M, AM, dan S, yang ditangkap Ditreskrimum Polda Kepri, di Jalan Eka Bakti, Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Senin, (13/09/2021), sekira pukul 02.30 WIB, terancam hukuman 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 15 Miliar.

Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Donny Siswoyo, mengatakan, dengan ditangkapnya 5 (lima) tersangka pelaku tindak pidana perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara Ilegal tersebut, ada 7 (tujuh) orang korban yang berhasil diselamatkan oleh Ditreskrimum Polda Kepri, terdiri dari 1 (satu) orang laki-laki dan 6 (enam) orang perempuan berasal dari Cianjur, Purwakarta, Tegal dan Indramayu.

BACA JUGA  3 Pencuri dan 2 Penadah Barang Curian Diamankan di Batam, Ini Otak Pelakunya

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah 4 (empat) unit handphone, 1 (satu) bundel boarding pass korban, 1 (satu) unit kapal boat mesin tempel 200 PK 2 (dua) unit dan 1 (satu) unit mobil Avanza warna putih,” kata AKBP Donny Siswoyo, didampingi Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha dan Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri, IPDA Husnul Afkar, Rabu, (15/09/2021).

Kronologis kejadian berawal dari Informasi yang diberikan oleh masyarakat, pada hari Minggu tanggal 12 September 2021m sekira pukul 21.00 WIB, bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan dari Tanjung Uban menuju Malaysia untuk bekerja.

Selanjutnya pada hari Senin dini hari sekira pukul 02.30 WIB ditemukan adanya 7 (tujuh) orang calon PMI ilegal asal Cianjur, Purwakarta, Tegal, dan Indramayu yang telah direkrut oleh pelaku dan sedang dilakukan proses pengurusan keberangatannya dengan menawarkan pekerjaan di Malaysia sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dan pekerja Kebun Sawit dengan menjanjikan penghasilan paling kecil sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) dan paling besar Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah).

BACA JUGA  2 Pelaku Pencurian di Bengkong dan 2 Penadah Diringkus Aparat

“Modus operandi tersangka, yakni dengan melakukan perekrutan, penampungan, pengurusan hingga pemberangkatan PMI ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan ilegal/tikus, dengan iming-iming mendapatkan gaji yang besar, sehingga para korban merasa tergiur dan percaya atas apa yang telah dijanjikan oleh pelaku, hingga para korban berniat melakukan proses keberangkatan untuk bekerja di Malaysia tanpa mengetahui bagaimana prosedur keberangkatan yang resmi untuk dapat bekerja di Malaysia sebagai PMI,” ungkap Donny.

Sebelumnya, lanjut Donny, para tersangka telah melakukan pemberangkatan PMI illegal sebanyak 4 (empat) kali dengan keuntungan yang berbeda-beda.

“Paling besar bisa mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 6.000.000 (enam juta rupiah) dan paling kecil Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah),” ujarnya.

Adapun pasal yang dipersangkakan adalah dugaan tindak pidana orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri tanpa memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 dan pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15.000.000.000 (lima belas miliar rupiah). (R Rich)

BACA JUGA  Sebarkan Video dan Foto Bugil Milik Mantan Pacar, Pelaku Diringkus Ditreskrimum Polda Kepri

No More Posts Available.

No more pages to load.