Ade Angga : Orang Lebih Kedepankan Perasaan “DARIPADA RASIONALITAS”

oleh
Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga dan Ketua FKPPI Tanjungpinang, Pepy Chandra, saling bermaafan di acara di halal bihalal PPM. (Foto : Untung/Munsyi Bagus Utama)
– Tantangan Besar Bagi Generasi Millenium.
– Oxford Dictionaries Keluarkan The World of Two Thausand and Sixteen.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Ketua DPD II Golkar Kota Tanjungpinang, Ade Angga, mengungkapkan, ada tantangan besar bagi kita sebagai generasi millenium. Dimana tahun 2016, Oxford Dictionaries mengeluarkan The World of Two Thausand and Sixteen, maksudnya kata-kata tahun 2016 adalah pasca kebenaran dan kejujuran, dimana The World Of Two Thausand, zaman media sosial, dimana orang lebih mengedepankan perasaan daripada fikiran atau rasionalitas.

“Oxford Dictionaries mengeluarkan pernyataan itu, karena ada fenomena di mana Inggris keluar dari Uni Eropa yang tak pernah dibayangkan orang, dan saat voting masyarakat Inggris memilih keluar dari Uni Eropa,” ungkapnya, saat menyampaikan pidato sambutan halal bilahal PPM (Pemuda Panca Marga), di Gedung LVRI, Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Rabu, (25/07/2017).

BACA JUGA :  Lis dan Syahrul Halal Bihalal Bersama "MASYARAKAT TELUK KERITING"

Fenomena berikutnya, lanjut Ketua PPM Tanjungpinang itu, yaitu terpilihnya Presiden Donal Trump, yang juga tak pernah terfikir banyak orang, tapi karena pengaruh media sosial, dimana orang lebih memutuskan dengan perasaan, bukan dengan rasionalitas lagi.

Untuk di Indonesia, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang itu menyayangkan, masih banyak generasi sekarang yang hanya karena rasa suka saja, lalu mengkultuskan para selebritis berlebihan, dan terkadang mengenyampingkan akal sehatnya.

Ia mengajak kepada PPM untuk menjadi garda terdepan dalam merawat dan menjaga kesatuan dan persatuan NKRI, dan memberi pamahaman kepada masyarakat, agar tidak menyalahgunakan keberadaan media sosial.

“Perkembangan media sosial memang tidak dapat kita hindari, tapi menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk merawat Kebhinekaan dan NKRI, bukan justru memperkeruh suasana menggunakan Medsos untuk memecah belah kesatuan dan persatuan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Suparno, Beri Apresiasi “PEMKO TANJUNGPINANG”

Sementara itu, Dr Eka Hanasrianto yang juga mewakili Pemko Tanjungpinang, karena Walikota, Lis Darmansyah berhalangan hadir, juga menyarankan, agar jangan menggunakan Media Sosial sebagai alat untuk merusak silaturrahhim, dengan postingan komentar yang bersifar rasis, serta membuli orang lain (cyberbullying) dengan cara yang sangat tidak wajar.

“Baru-baru ini, bahkan ada pemuda terkenal di luar negeri, penyanyi Band masih muda bunuh diri karena depresi dan stres. Bahkan tidak sedikit remaja di luar negeri. Di Jakarta aja juga yang bunuh diri, ternyata penyebabnya, karena kekerasan, intimidasi, penghinaan, melalui media sosial (Cyberbullying),” ugkapnya.

Turut hadir di acara halal bilalal itu, diantaranya perwakilan Polres Tanjungpinang, perwakilan Ketua LVRI Kepri, Ketua LVRI Kota Tanjungpinang, Sumardi, Ketua FKPPI Tanjungpinang, Pepy Chandra, perwakilan Kodim, Perwakilan Lantamal dan Pimpinan OPP. (SK-MU)

BACA JUGA :  Pemko Tanjungpinang Kembali Raih WTP dari BPK

 

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.