Agar Lebih Menarik Kunjungan Wisatawan, Tahun 2023 Gubernur Ansar Kembali Anggarkan 43 Miliar Untuk Revitalisasi Kawasan Pulau Penyengat

oleh
Lampu-lampu jalan tambah mempercantik Kawasan Pulau Penyengat. (Foto : Ist)

TANJUNG PINANG — Agar lebih menarik kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepri, tahun 2023 Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, kembali menganggarkan Rp 43 miliar untuk merevitalisasi kawasan Pulau Penyengat. Hal ini juga sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata.

“Bertahun-tahun kita menganggap Pulau ini sebagai Pulau bersejarah yang layak dijadikan objek wisata. Namun penampilannya kurang mendukung untuk dijual. Oleh karena itu, kita mencoba berdiskusi dengan para tokoh adat, tokoh budaya, hingga para zuriat untuk bersama-sama memikirkan bagaimana agar Penyengat memiliki wajah yang lebih memikat wisatawan untuk datang. Dan solusinnya kita sepakati melakukan revitalisasi,” kata Ansar Ahmad, kemarin.

Sebelumnya, di tahun 2022 lalu, Gubernur Ansar Ahmad, juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 30,8 miliar untuk menata dan mempercantik kawasan Pulau Penyengat, agar semakin cantik dan menjadi icon wisata religi yang dapat menarik kunjungan wisatawan. 

Kebijakan Gubernur Ansar untuk merevitalisasi beberapa kawasan Pulau Penyengat, baik itu pemugaran Masjid Raya Penyengat, Kawasan Jalan di depan Masjid Penyegat hingga ke Balai Adat, serta beberapa kawasan di sekitar Masjid Raya Penyengat, dan mengganti permadani Masjid dengan permadani yang didatangkan langsung dari Turki.

BACA JUGA :  Sani Halal Bihalal Bersama Organisasi Perempuan

Saat ini, dimulai dari ponton HDPE, akses jalan hingga Masjid yang menjadi ikon utama di Pulau Penyengat, tampak lebih cerah dan mempesona.

Dari kebijakan Gubernur Ansar itu, keberadaan Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi wisata religi, wisata sejarah, sekaligus wisata budaya yang ada di kota Tanjung Pinang tampil semakin memikat, dengan wajah baru setelah direvitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Kepri. 

Dengan berbagai peninggalan sejarah kerajaan, serta peradaban Islam di Tanah Melayu, Pulau Penyengat menghadirkan warna tersendiri bagi penikmat wisata di Kepulauan Riau. Karena masih banyak peninggalan sejarah Melayu yang bisa dilihat sampai sekarang di pulau yang pernah menjadi mas kawin yang diberikan oleh Sultan Riau Penyengat kepada Engku Puti Raja Hamidah.

Karena itulah, pulau mungil yang berada di ibu kota Provinsi Kepri Tanjung Pinang ini menjadi salah satu yang  diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia di UNESCO. 

BACA JUGA :  Rohani Dilantik Sebagai Ketua KKSS Kecamatan Kundur

Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI), Sandiaga Uno, menyatakan, jika  Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan halal bagi para wisatawan.

Menteri Sandi menyebutkan, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia yang berbasis 3 S, yakni Spiritual (spiritual), Serenity (ketenangan) dan  Sustainability (keberlanjutan).  

Sandi meyakini dengan sedikit perubahan dan juga penataan, kawasan Pulau Penyengat akan mampu menarik kunjungan wisatawan baik mancanegara ataupun domestik.

“Pulau ini sangat unik dan beruntung sekali saya bisa sampan disini,” ujar Sandiaga Uno, ketika berkunjung ke Penyengat sambil menikmati minuman Air Dohot has Penyengat.

Pada revitalisasi itu, Masjid Raya Penyengat kembali dipugar dengan mengganti lantai Masjid dengan lantai marmer khusus yang membuat lantai Masjid Raya Penyengat tetap sejuk, meskipun dalam cuaca panas.

Selain mengganti lantai Masjid, Gubernur Ansar juga memesan Karpet Masjid yang khusus dipesan dari Turki agar tampilan Masjid Raya Penyengat tetap mengutamakan kesan heritagenya.

Penataan masjid pun dilakukan dengan berbagai kajian dan survei khusus, agar revitalisasi Masjid Raya Penyengat ini tetap dilakukan dengan tetap menjaga nilai dan kekhasan Masjid ini di masa dulu.

BACA JUGA :  Puluhan Mahasiswa Tuntut Pemko Tanjungpinang dan PT PLN

Pemerintah Provinsi Kepri juga melakukan perbaikan tempat wudhu dan toilet, pengecatan masjid, perbaikan menara, pemasangan aksesoris, penataan ruang terbuka hijau, optimalisasi ruang dokumenter, hingga pemasangan videotron di depan masjid, agar menambah estetika kawasan Pulau Penyengat. ***

[red]

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.