Agung Triyanto Membantah

oleh
– Terkait Kasus Dugaan Penimbunan BBM Subsidi

TANJUNGPINANG (SK) — Muhammad Mahdi, kuasa hukum Agung Triyanto dari Lembaga Hukum Swadarma Eka Kerta (Swadek) pegurus pusat GM FKPPI menyampaikan bantahan terhadap sejumlah pemberitaan yang berkembang terkait kasus BBM bersubdi, termasuk pemanggilan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Polres Tanjungpinang.

Hal pertama diterangkan tentang ketidakhadiran Agung pada saat pemanggilan pertama oleh tim penyidik Polres Tanjungpinang, Rabu (15/10) lalu. Kondisi itu dinilai tidak sesuai dengan ketentuan pasal 227 ayat (1) KUHP tentang jenis pemberitahuan pemanggilan terhadap terdakwa, saksi atau ahli selambatnya 3 hari sebelum tanggal hadir yang ditentukan.

“Sementara tenggang waktu pemanggilan yang dilakukan penyidik terhadap Agung hanya berkisar dua hari saja, yakni sejak Senin (13/10) dan diminta datang, Rabu (15/10). Itulah salah satu alasan ketidakhadiran kita saat itu,” kata Mahdi.

Hal lain, Mahdi juga membantah tentang keterkaitan Agung dengan keempat tersangka yang telah ditetapkan oleh penyidik. Bahkan ia menyebutkan, kliennya hanya sebatas kenal dengan tersangka dan tidak ikut campur dalam dugaan kasus solar tersebut.

BACA JUGA  Agung Triyanto Diperiksa 4,5 Jam

“Kedekatan Agung hanya dari dua tersangka saja, karena sebagai anggota FKPPI Kepri, sementara Agung sendiri menjabat sebagai Ketua GM FKPPI, sehingga wajar jika seorang ketua berusaha mengetahui tentang persoalan yang tengah dihadapi oleh salah seorang anggotanya saat itu,” ucap Mahdi.

Lebih lanjut, bahkan Mahdi juga menyebutkan bahwa berita acara pemeriksaan (BAP) yang telah dilakukan polisi terhadap beberapa tersangka juga sudah dilakukan perubahan, sehingga tidak ada kaitan Agung dengan keempat tersangka.

“Bisa jadi saat pemeriksaan awal sebelumnya, keempat tersangka itu dalam kondisi lemah dan tertekan, sehingga sempat mengaitkan klien kita dengan mereka. Namun hal itu sudah kita bantah semua,” ujarnya. (HK)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.