, ,

Alias Wello Tandatangani MoU “TERKAIT TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAGU”

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

LINGGA (SK) — H. Alias Wello, Bupati Lingga, hari ini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc, hal ini terkait dengan teknologi pengolahan sagu, di Hotel CK Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin, (30/05/2016).

Alias Wello, mengatakan, Penandatanganan MoU ini adalah, menindaklanjuti kunjungan Bupati Lingga ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) BPPT, Serpong, pada Senin, (04/04/2016) lalu. Dimana di dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah sepakat bekerjasama dalam bidang pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi, guna mendukung pembangunan daerah Kabupaten Lingga.

“Alhamdulillah, kami dengan BPPT memiliki semangat yang sama untuk memantapkan ketahanan pangan nasional. Kebetulan juga, kami memiliki sumber daya alam yang melimpah, khususnya pada tanaman sagu, namun miskin sumber daya manusia. Oleh karena itu, kami menggandeng para perekayasa BPPT,” terangnya di Tanjungpinang, Minggu, (29/05/2016), kemarin.

Selain mengembangkan tanaman padi melalui pencetakan sawah, kata AWe, Pemerintah Kabupaten Lingga juga concern terhadap potensi tanaman sagu yang belum tersentuh oleh teknologi pengolahan. Karena, sagu juga merupakan tanaman penghasil karbohidrat potensial, yang memiliki nilai gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya.

“Sebagai daerah kepulauan yang memiliki ketergantungan bahan pangan dengan daerah lain, kita perlu pengembangan sumber karbohidrat alternatif, seperti sagu yang memang sudah tumbuh secara turun temurun di Kabupaten ini,” paparnya.

Potensi lahan sagu yang tumbuh secara alami dalam bentuk hutan di Kabupaten Lingga, lanjut Awe, luasnya mencapai 2,700 hektar, dan lahan tersebut tersebar di dua belas desa dengan jumlah tempat pengolahan sagu sekitar 140 unit.

“Dengan jumlah produksi sagu Lingga saat ini, sekitar 7.898 ton per tahunnya. Rinciannya, sagu kotor 7.038 ton, sagu bersih 620 ton dan sagu kering 240 ton per tahun, dengan sistem pengolahan yang masih sangat tradisional, sehingga mutu dan kualitas produknya masih kurang maksimal,” terangnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Bambang Haryanto, M.Sc, Perekayasa di Pusat Teknologi Agroindustri BPPT, yang ikut mendampingi Kepala BPPT, menyambut baik gagasan Bupati Lingga, yang concern pada program penguatan ketahanan pangan dengan memberdayakan sumber pangan lokal.

“Sagu itu, memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya seperti beras, jagung, singkong maupun gandum. Selain itu, sagu tidak memiliki efek negatif bagi usus. Untuk itu, sagu dapat menjadi probiotik yang sangat berguna untuk melancarkan pencernaan,” paparnya. (SK-Pus)

Bupati Kabupaten Lingga, Alias Wello (Foto : Dedi Yanto)
Bupati Kabupaten Lingga, Alias Wello (Foto : Dedi Yanto)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner