,

Ambroncius Nababan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Tindakan Rasisme

oleh
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, saat menyampai tersangka kasus dugaan tindakan rasisme kepada Ambroncius Nababan. (Foto : Humas Polri)

– Tersangka Terancam Hukuman Penjara di Atas 5 tahun.

Sijori Kepri, Jakarta — Ambroncius Nababan resmi ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan tindakan rasisme kepada eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Atas kasus yang menimpa dirinya, Ambroncius Nababan terancam mendapatkan hukuman di atas 5 Tahun penjara.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, mengatakan, penetapan tersangka itu, setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap Ambroncius Nababan sebagai saksi pada kemarin hari, dan lima saksi ahli, diantaranya ahli pidana dan bahasa.

Setelah itu, kata Argo, pihak kepolisian langsung melakukan gelar perkara pada hari ini yang dipimpin oleh Karo Wasidik Bareskrim Polri, dan diikuti oleh, penyidik Siber Bareskrim Polri, Propam Polri, Itwasum Polri dan Divkum Polri.

BACA JUGA  Ini Isi Surat Telegram Kapolri Yang Dicabut Mabes Polri (PDF)

“Kemudian setelah gelar perkara, hasil kesimpulam gelar perkara adalah menaikan status atas nama AN menjadi tersangka,” kata Argo, saat jumpa pers, di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa, (26/01/2021).

Setelah dijadikan tersangka, Argo menyebutkan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk melakukan penjemputan kepada Ambroncius Nababan. Hal itu dilakukan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Kemudian tadi setelah jadi tersangka, tadi sore penyidik Siber Bareskrim menjemput yang bersangkutan, dan sekira jam 18.30 WIB, yang bersangkutan dibawa ke Bareskrim Polri. Saat ini jam 19.40 WIB sudah sampai di Bareskrim Polri. Selanjutnya penyidik akan lakukan pemeriksaan kepada AN sebagai tersangka,” ujar Argo.

Atas perbuatannya, Ambroncius disangka melanggar Pasal 45a ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Perubahan UU ITE dan juga Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan juga Pasal 156 KUHP.

“Ancaman di atas 5 tahun,” ucap Argo. (R Rich)

BACA JUGA  Polri Cekal Habib Rizieq ke Luar Negeri

No More Posts Available.

No more pages to load.