Amran Sebut Penangkapannya di Diskriminasi.

oleh

-Terdakwa Dugaan Kasus Tambang Pasir Ilegal

TANJUNGPINANG (SK) — H Amran, terdakwa kasus penambangan pasir ilegal di kawasan Sakera Bintan menjalani persidangan di Pengadilan Negri (PN) Tanjungpinang, Senin (30/03/2015) siang.

Agenda sidang kali ini yakni mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eckhart Palapia.

Ada tiga orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut. Diantaranya, Asiang pembeli pasir, Acen pemilik lori dan Topik orang yang bekerja di penambangan pasir milik Haji Amran.

Dalam persidangan tersebut, ketiga saksi sempat berbelit menjawab pertanyaan Majelis Hakim Parulian Lumbantoruan. Ketika itu, Parulian menanyakan terkait apakah ia mengetahui kalau penambangan tersebut tidak memiliki izin.

“Saya tidak tahu itu, yang jelas saya beli pasir Rp 300 ribu perlori. Saya sudah satu tahun beli pasir sama dia. Saya punya tiga lori untuk beli pasir. Kalau masalah izin saya tidak pernah tahu itu ilegal atau tidak, pak Amran juga tidak pernah kasih tahu saya,” ucap Asiang menjawab pertanyaan majelis Hakim.

BACA JUGA  Tambang Pasir di Bintan Dihentikan, 1 Pelaku Ditangkap, 22 Mesin dan 2 Unit Eskapator Disita

Sementara itu Acen pemilik lori mengatakan, saat penangkapan tersebut lorinya ada disana. Namun pihak kepolisian tidak menangkap lori miliknya. Ketika itu, petugas hanya mengamankan mesin beserta pipa milik haji Amran.

“Mengapa lori tidak ditangkap saya tidak tahu. Setahu saya hanya mesin dan pipa saja yang ditangkap polisi,” sebut Acen.

Selain dua lori milik Acen, menurutnya ada juga tiga lori panggilan yang mengangkut pasir disekitar tempat tersebut.

Majelis Hakim juga menanyakan, apakah disekitar tempat tersebut ada penambang lain selain haji Amran. Dengan lugas Acen langsung menjawab ada, namun ia tidak tahu mengapa hanya Haji Amran saja yang ditangkap.

“Ada beberapa penambang lain. Tapi tidak tahulah saya pak Hakim,” ucapnya

Saksi yang terakhir yakni Topik, anak buah Haji Amran yang sudah satu tahun bekerja dengan mantan Anggota Dewan tersebut.

Disana ia bekerja dari pukul 08.00 WIB dan sekitar pukul 12.00 WIB polisi datang dan menangkap semua mesin milikh Bosnya. Dari pengakuan Toni di persidangan, ada orang yang menambang disamping tempat haji Amran. Penambang tersebut bernama Hakim.

BACA JUGA  Penertiban Tambang Pasir Belum Merata

“Saat penangkapan sama polisi, hakim ada disana. Tapi hanya mesin Haji Amran yang ditangkap,” sebutnya.

Usai persidangan, Haji Amran mengatakan kalau penangkapannya tersebut merupakan diskriminasi. Ia juga mengatakan, dulu ia pernah mengurus izin, namun izinya sekarang sudah mati.

“Penangkapan saya ini diskriminasi,” sebut Amran dalam persidangan.

Ketika itu, Amran sempat menanyakan kepada pihak kepolisian apakah ada penambang lain disekitarnya. Polisi menjawab ada, namun anggota polisi yang berada disana hanya disuruh untuk menangkap Haji Amran saja.

“Perintahnya hanya untuk menangkap Saya,” tukasnya.

Setelah mendengarkan keterangan dari para saksi, Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi lainnya (SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.