Ansar Ahmad Pimpin Rapat Masalah Human Trafficking dan Karantina PMI di Batam

oleh
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) masalah Human Trafficking dan Penambahan Tempat Karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Batam. (Foto : Ist)
Gubernur Kepulauan Riau (Gubernur Kepri), Ansar Ahmad. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Batam — Gubernur Kepulauan Riau (Gubernur Kepri), Ansar Ahmad, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) masalah Human Trafficking dan Penambahan Tempat Karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Batam, merupakan tindak lanjut dari rapat bersama petinggi BNPB RI, melalui video conference dari Ruang Rapat Utama, Lantai 4 Dompak, Tanjung Pinang, Senin, (03/01/2022).  

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam arahannya menjelaskan, bahwa karantina untuk PMI yang sejak ada kebijakan karantina selama 10 hari bahkan akan diperpanjang menjadi 14 hari bagi pendatang dari luar negeri ke wilayah Indonesia termasuk PMI ke Batam, maka memang kondisi karantina terpadu baik di rusun maupun tempat lain sudah hampir tidak memadai. 

“Dalam pertemuan sebelumnya dengan BNPB, Asrama Haji sudah bisa digunakan untuk karantina terpadu, dan Bapelkes Batam dicadangkan untuk antisipasi lonjakan,” kata Ansar. 

Namun sebelumnya, menurut Ansar Asrama Haji hanya dapat digunakan sebagai sarana transit saja. Permasalahannya ada pada kurangnya tenaga kesehatan dan Satgas. 

“Seharusnya ini dapat diantisipasi lebih awal. Untuk itu setelah ini saya minta Kadis Kesehatan, serta Wakahar Covid-19 bertemu Kasrem untuk membahas tenaga apa saja yang diperlukan dan berapa kebutuhannya, termasuk tenaga kebersihan. Rasionalisasikan itu dan harus dipenuhi,” kata Ansar. 

BACA JUGA  4 Pejabat Kepri Masuki Pensiun

Ansar menegaskan, agar Asrama Haji sesegera mungkin dapat digunakan untuk memecah kemungkinan di rusun-rusun yang sudah overload. Supaya dapat menjawab permasalahan ketika berakhir masa karantian justru banyak yang positif hasil PCR nya, dengan indikasi Interaksi yang menyebabkan itu. 

“Bapelkes juga dihitung kapasitasnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kita akan membahas kemungkinan menambah cadangan kapasitas sampai 3000-an. Hotel-hotel melati kalau bisa juga akan kita kontrak dan dipakai sebagai karantina terpadu, bukan karantina mandiri. Jadi sewaktu-waktu melonjak kita akan siap,” pintanya. 

Setelah membahas kapasitas karantina, Ansar membahas antisipasi PMI ilegal baik yang masuk maupun keluar. Karena menurut Ansar ini sudah menjadi masalah yang berlarut-larut. 

“Saya harap semua kompak menjaga ini karena sudah menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat. Untuk itu kita akan menyurati pemerintah pusat mengenai permohonan pengawasan yang lebih ketat, serta kebijakan pintu masuk PMI,” harap Ansar. 

Pada rapat tersebut juga dikemukakan gagasan untuk pembentukan satgas khusus PMI ilegal demi mengantisipasi akibat-akibat buruk yang ditimbulkan. Karena menurut Ansar, jika semua sektor dapat menjadi mata negara terhadap PMI ilegal, maka akan meminimalisir PMI ilegal sampai ke akarnya. 

BACA JUGA  Kepri Kirim Bantuan “UNTUK KORBAN GEMPA di ACEH”

Rakor diikuti secara langsung oleh Pj Sekda Kepri, Ir Lamidi, Asisten 1 Kepri, Raja Hery Mokhrizal, Asisten 2 Kepri, Syamsul Bahrum, Kadis Kesehatan Kepri, M Bisri, Wakahar Satgas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, dan Kaset Satgas Covid-19 Kepri, M Darwin. 

Sedangkan hadir secara daring Kabinda Kepri, Riza Celvian Gumay, Danrem 033 WP diwakili Kasrem, Kapolda Kepri diwakili Ditpolairud, Wali Kota Batam diwakili Setdako Batam, serta perwakilan Karantina Pelabuhan Batam dan Bapelkes Batam. (ron)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.