Ansar Marlin Gelontorkan Rp 9.8 Miliar Untuk Make Over Kota Lama Tanjung Pinang Agar Bedelau

oleh
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menggelontorkan anggaran Rp 9,8 miliar, khusus untuk make over wajah Kota Lama Tanjung Pinang. (Foto : Ist)
Proyek Make Over Wajah Lama Kota Tanjung Pinang sudah mulai dikerjakan. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Untuk mewujudkan Kota Lama Tanjung Pinang, di Jalan Merdeka, agar terlihat lebih cantik, menarik dan layak menjadi ruang tamunya Provinsi Kepri, Pemerintah Provinsi Kepri dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina, menggelontorkan anggaran tidak tanggung-tangung sekira Rp 9,8 miliar, khusus untuk make over (memoles, red) wajah Kota Lama agar terlihat bedelau.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan, Tanjung Pinang adalah ibukota Provinsi Kepri. Sebagai ibukota, sudah seharusnya Tanjung Pinang tampil cantik dan memiliki daya tarik yang aikonik. 

“Sehingga siapapun yang datang akan mendapatkan kesan nyaman,” kata Ansar, Rabu, 1 Juni 2022.

Ansar bercerita, dulu Tanjung Pinang pernah menjadi ibukota Provinsi Riau, sebelum akhirnya ibukotanya pindah ke Pekanbaru. 

Diantara penyebab perpindahannya, selain rentang kendalinya terlalu jauh, juga karena infrastrukturnya yang belum memadai. 

BACA JUGA :  Serahkan DPA APBD 2017, Nurdin Tegaskan "OPD HARUS JALANKAN AMANAH"

“Sekarang Tanjung Pinang adalah ibukota Provinsi Kepri. Kita harus menjaga kota tua ini. Caranya, selain berbagai infrastruktur kita lengkapi, juga tampilannya harus kita percantik,” kata Gubernur Ansar, dengan penuh semangat. 

Ansar juga menegaskan, jika Pemerintah Provinsi Kepri telah menunjuk konsultan yang mengerjakan proyek make over Kota Tua tersebut adalah yang profesional dibidangnya. 

Serta memahami akan dijadikan seperti apa jalan Merdeka tersebut nantinya, hingga warna apa yang tepat dipilih yang bisa menarik perhatian masyarakat. 

Dan bahkan, sebelumnya Ansar mengaku berulangkali rapat untuk menentukan bentuk dan pemilihan warna bersama OPD terkait, serta  konsultan yang ditunjuk, hingga akhirnya disepakati  sesuai dengan keinginan bersama saat ini. 

“Alhamdulillah proyek mempercantik Kota Lama jalan Merdeka ini sekarang sedang berjalan. Pemerintah Provinsi Kepri juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat, terutama para pemilik ruko dan pengguna jalan. Karena semuanya telah membantu, sehingga proses pengerjaannya berjalan lancar. Kalaupun ada gangguan karena sedang dalam pengerjaan, kita harap agar dimaklumi. Percayalah akhir tahun ini Tanjung Pinang akan lebih bedelau,” kata Ansar optimis. 

BACA JUGA :  Sani Silaturrahmi Dengan Masyarakat Dompak Lama

Selain memoles Kota Lama jalan Merdeka, proyek prioritas lainnya yang juga sedang digesa oleh Pemerintah Provinsi Kepri adalah pembangunan fly over depan Ramayana, kemudian proyek pelebaran jalan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah, revitalisasi Pulau Penyengat dan beberapa proyek lainnya. 

“Kita bangun Tanjung Pinang agar lebih berestetika. Sekali lagi saya katakan bahwa wajah Provinsi Kepri ini berada di Tanjung Pinang. Ruang tamu akan mencerminkan wajah Kepri secara utuh. Dan jika Tanjung Pinang sudah molek, tentu masyarakat juga akan lebih senang, nyaman dan tentram,” katanya. 

Gubernur ansar juga mengakui jika dalam semua proyek pembangunan di Tanjung Pinang, bahkan diseluruh Kepri semua unsur masyarakat selalu dilibatkan, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

BACA JUGA :  Nurdin Minta IWAPI Kepri "BANTU TEKAN INFLASI"

“Kita tidak bisa membangun Kepri sendiri. Sehebat apapun kita, pasti butuh orang lain. Oleh sebab itu, secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Kepri, mari kita bangun Kepri ini bersama-sama. Percayalah, setiap orang dari kita memiliki peran masing-masing dalam membangun,” pungkas Ansar. (Red)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.