Arif Jumana CS Hanya Dituntut 10 Bulan Rehabilitasi

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

– Oknum DPRD Bintan Diduga Terlibat Narkoba.

 TANJUNGPINANG (SK) — Oknum anggota DPRD Bintan, Arif Jumana, termasuk dua rekan wanitanya Sherli dan Suhartini, dituntut selama 10 bulan untuk dilakukan rehabilitasi di panti rehabilitasi Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kepri di Batam, karena dinilai terbukti bersalah sebagai pengguna narkotika jenis sabu secara bersama-sama.
Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Efan Apturedi SH dalam sidang dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Parulian Lumbantoruan SH didampingi Bambang Trikoro SH dan Eriusman SH, Rabu (04/03/2015).”Berdasarkan bukti bersidangan, ditambah keterangan sejumlah saksi, maka kami JPU, meyakini terdakwa Arif Jumana dan dua rekannya Sherli dan Suhartini, terbukti bersalah melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, sebagaimana diatur dalam pasal 127 undang undang Narkoba nomor 35 tahun 2009,” ucap JPU Efan.Terhadap tuntuntan tersebut, ketika terdakwa meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.”Saya mohon keringanan hukuman pak hakim, karena saya merupakan sebagai tulang punggung keluarga, dan juga sebagai anggota DPRD di Bintan,” ucap Arif Jumana.

Disamping itu, baik Arif maupun dua rekan wanitanya, Sherli dan Suhartini, mengaku telah menjalani semua program rehabilitasi selama 3 bulan dari 6 bulan, sesuai program di BNP Provinsi Kepri di Batam.

“Sekarang ini kami tengah menjalani masa pasca rehabilitasi selama 3 bulan di luar, untuk bisa berbaur dengan masyarakat lagi,” ucap terdakwa.

Sebagaimana diberitakan, Arif Jumana ditangkap anggota Satnarkoba Polres Bintan di kawasan Kolam Renang, Sei Lekop Bintan, bersama dua rekan wanitanya, Suhartini dan Sherli (warga sipil), Minggu (09/11) 2014 lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan paket sabu dan alat hisab.

Dalam sidang, Arif Jumana mengaku telah menggunakan narkoba jenis sabu sejak satu tahun lalu sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Bintan. Ia mengaku mengkonsumsi barang haram tersebut untuk meningkatkan stamina, termasuk gairah seks dalam berhubungan intim dengan istrinya.

“Saya baru gunakan sabu setelah menjadi anggota dewan. Karena aktifitas terlalu tinggi, sehingga untuk menghilangkan kelelahan, dan keletihan, maka saya coba mengkunsumsi narkoba jenis sabu. Dan hasilnya memang ada saat itu,” alasan Arif dalam keterangan di hadapan majelis hakim dalam sidang PN Tanjungpinang.

Hal lain, juga diakui Arif, bahwa penggunaan narkoba tersebut dilakukan sekitar 20 kali dalam setahun. Ia mendapatkan narkoba tersebut dari rekannya, warga Tanjungpinang, bernama Apeng. Politisi ini membelinya seharga Rp 5 juta untuk ukuran satu paket, seberat sekitar 2 gram.

Atas perbuatanya, terdakwa dijerat Pasal tunggal, yakni pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU No 35 Tahun 2009, jo Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP tentang penggunaan narkoba. (SK-APN)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner