Arif Jumana CS Hanya Divonis 6 Bulan Rehab

oleh

– Oknum DPRD Bintan Terlibat Narkoba.

TANJUNGPINANG (SK) — Arif Jumana Sar’an, Oknum anggota DPRD Kabupaten Bintan, dan dua rekan wanitanya Sherli dan Suhartini, sebagai terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis shabu, hanya divonis selama 6 bulan untuk dilakukan rehabilitasi di Panti Rehab Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kepri di Batam.

Hal tersebut disampaikan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Parulian Lumbantoruan SH didampingi Fathul Mujib SH MH dan Eriusman SH dalam sidang, Rabu (11/03/2015). Ketiganya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Efan Apturedi SH sebelumnya selama 10 bulan rehabikitasi di Panti Rehap BNP Kepri di Batam

“Berdasarkan fakta hukum dalam persidangan, serta diperkuat keterangan sejumlah saksi, maka kami selaku majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah dalam penyalahgunaan narkotika,” ucap majelis hakim.

Sebelum vonis tersebut, hakim lebih dulu mempertimbangkan terhadap hal memberatkan dan meringankan terdakwa.

“Hal memberatkan terdakwa, karena tidak mendukung progam pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana menyalahgunaan narkoba,” ungkap majelis hakim.

BACA JUGA  Kapolda Kepri : Kepri Masih Jadi Ancaman “TEMPAT TRANSIT dan PERDAGANGAN NARKOBA”

Sementara hal yang meringankan bagi terdakwa, karena belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, masih berusia muda, sehingga masih bisa memperbaiki kesalahannya, serta memiliki tanggungan keluarga.

Jalannya sidang vonis perkara narkoba yang dilakukan oleh ketiga terdakwa tersebut berlangsung secara terpisah, dalam ruangan serta majelis hakim yang sama.

“Mengingat dakwaan yang diajukan oleh JPU, yakni menggunakan pasal tunggal pasal 127 jo pasal 55 KUHP, undang undang Narkoba nomor 35 tahun 2009 kami selaku selaku majelis hakim berpendapat, bahwa perbuatan terdakwa, telah terbukti bersalah melakukan tidak pidana penyalahgunaan narkotika,” ucap majelis hakim.

Usai sidang, baik Arif Jumana, maupun dua rekannya, Sherli dan Suhartini, enggan memberikan komentarnya terkait vonis yang dijatuhi oleh majelis hakim tersebut, saat dimintakan tanggapannya oleh sejumlah wartawan.

“Vonis majelis hakim tersebut saya anggap sudah wajar, dan tidak perlu saya komentar lagi,” ucap Arif sambil berlaku terburu-buru memasuki mobil operasioanal milik Kejaksaan di Tanjungpinang saat itu.

BACA JUGA  Sempat Larikan Diri, Otak Pelaku TPPU dan Pengendali Pengedar Narkoba Asal Medan Ditangkap

Dalam sidang sebelumnya, baik Arif maupun dua rekan wanitanya, Sherli dan Suhartini, mengaku telah menjalani semua program rehabilitasi selama 3 bulan dari 6 bulan, sesuai program di BNP Provinsi Kepri di Batam.

“Sekarang ini kami tengah menjalani masa pasca rehabilitasi selama 3 bulan di luar untuk bisa berbaur dengan masyarakat lagi,” ucap terdakwa.

Sebagaimana diberitakan, Arif Jumana ditangkap anggota Satnarkoba Polres Bintan di kawasan Kolam Renang, Sei Lekop Bintan, bersama dua rekan wanitanya, Suhartini dan Sherli (warga sipil), Minggu (09/11) 2014 lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan paket sabu dan alat hisap.

Dalam sidang, Arif Jumana mengaku telah menggunakan shabu sejak satu tahun lalu sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Bintan.

Ia mengaku mengkonsumsi barang haram tersebut untuk meningkatkan stamina, termasuk gairah seks dalam berhubungan intim dengan istrinya.

“Saya baru gunakan shabu setelah menjadi anggota dewan. Karena aktifitas terlalu tinggi, sehingga untuk menghilangkan kelelahan, dan keletihan, maka saya coba mengkosumsi narkoba jenis shabu. Dan hasilnya memang ada saat itu,” alasan Arif dalam keterangan di hadapan majelis hakim dalam sidang PN Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  Arief Jumana “KEMBALI NGANTOR” Setelah PTUN Menangkan Gugatannya

Hal lain, juga diakui Arif, bahwa penggunaan shabu tersebut dilakukan sekitar 20 kali dalam setahun. Ia mendapatkan shabu itu dari rekannya, warga Tanjungpinang, bernama Apeng. Ia membelinya seharga Rp 5 juta untuk ukuran satu paket, seberat sekitar 2 gram.(SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.