,

Asisten I Kepri Terima Kunjungan Tim Bakamla RI

oleh
Asisten I Pemprov Kepri, Juramadi Esram, dan Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Hukum, Maryani Ekowati, menerima kunjungan Bakamla RI, di ruang rapat Gubernur Kepri. (Foto : Ist)
Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]
Suasana pertemuan Pemprov Kepri dan Bakamla RI. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Mewakili Gubernur Kepri, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kepri, DR H Juramadi Esram SH MH MM, menerima kunjungan Tim Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, di ruang rapat lantai 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Kota Tanjung Pinang, Rabu, (17/02/2021).

Kunjungan Tim Bakamla ke Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka identifikasi dan Pematangan isu Wilayah Barat.

Anggota tim pelaksana kunjungan dipimpin, Kolonel Bakamla, Gotri Novel S.Pd M.AP, Kasubdit Perumusan Kebijakan Bakamla, Letkol Bakamla, Fery Herianto ST M.Si, Kasi Monitoring Kebijakan Bakamla dan staff lainya.

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Maryani Ekowati SH MH, Kadis Perhubungan, Junaedi SE MM, Sekretaris BLH dan Kehutanan, Saut SE, serta perwakilan OPD terkait.

Juramadi Esram sebelumnya mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim Bakamla ke Kota Tanjung Pinang negeri Pantun ini.

“Banyak hal yang bisa disampaikan terkait kunjungan penting ini, semoga tujuan kedatangan tim dalam menggali informasi dan identifikasi wilayah barat dapat tercapai lengkap dengan masukan dan saran solusi,” ungkap Asisten I Kepri.

Mantan Pjs Bupati Lingga ini menyebutkan, bahwa sebagai daerah Kepulauan yang lebih luas lautan dari pada daratan, banyak persoalan dapat timbul.

Dalam pertemuan ini juga disampaikan keluhan tentang seringnya datang limbah sisa oli minyak hitam (Oil Sludge) yang mencemari laut Bintan dan Batam akibat pembuangan limbah oli kapal selalu mendera setiap tahun. “Limbah oli tersebut selalu mencemari kawasan pantai dan tempat wisata,” ungkap Kadishub Kepri, Junaidi SE MM.

“Permasalahan limbah anehnya selalu muncul diakhir tahun,” sedihnya.

Dan untuk kegiatan Dinas Perhubungan Kepri rutinitas lainnya termasuk urusan pelabuhan sudah berjalan sebagaimana yang ditetapkan Pemerintah.

Dalam dialog tersebut, juga diperkuat Asisten I Juramadi Esram, bahwa memang masalah limbah sebagaimana disampaikan Kadishub Junaedi.

Bahwa masalah Oil Sludge (limbah minyak) tidak ada habisnya, dan karena itu sekarang telah menjadi atensi pihak Kemenko Polhukam juga untuk ikut terlibat dalam mengatasinya. Dimana diketahui, bahwa pembuangan minyak dari kapal terjadi diluar batas wilayah, zona bebas namun karena tertiup angin, akhirnya nyangkut di kawasan pantai dan wisata.

Sementara itu Sekretaris LH dan Kehutanan Kepri, Saut SE, menambahkan, pihaknya telah bentuk tim penanangan minyak. Semua unsur ada dan sudah kerja maksimal.

Sampel harus sama antara yang ada di kapal dengan di darat tempat buangan limbah. Kejadian limbah selalu ada. Butuh biaya dan kesulitan lainya. Dan heranya selalu di kawasan wisata kejadianya.

Dan saat Oil Sludge sudah sampai ke pantai ke darat, butuh pembersihan. Dan ini juga ada biaya angkutan dan lainnya.

“Kedepan, Labuh jangkar kapal kapal, perlu pengelolaan limbah terpadu,” saran Saut.

Semua perbincangan dan permasalahan yang terjadi, menjadi masukan buat pihak Bakamla RI. (ds)