Badan Pengusahaan Tanjung Pinang Dukung Industri Kapal Hoverwing di FTZ Dompak

oleh
Kepala BP Tanjung Pinang, Mohd Ikhsan Fansuri. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Pada hari Kamis tanggal 23 September 2021 telah dilaksanakan groundbreaking pembangunan gudang Industri Kapal Hoverwing, yang diresmikan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dan dihadiri oleh Wali Kota Tanjung Pinang Forkominda, Kepala BP Tanjung Pinang, Mohd Ikhsan Fansuri, instansi vertikal dan daerah.

Kepala BP Tanjung Pinang, Mohd Ikhsan Fansuri, menyatakan siap mendukung perizinan PT Bintan Bahari Industri (PT BBI) yang masuk dalam kawasan FTZ Tanjung Pinang, sejak menjadi Kepala BP Kawasan Kota Tanjung Pinang pada tahun 2020 akhir berkomitmen untuk menyesaikan kendala-kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha/investor , dengan melakukan koordinasi ke berbagai stake holder, mulai dari OPD daerah kota, provinsi sampai dengan kementerian terkait.

“Alhamdulillah  segala usaha tersebut berbuah hasil yang baik. Sekarang PT BBI telah dapat melaksanakan usaha dengan nyaman, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Gubernur Kepulauan Riau, ibu Wali Kota Tanjung Pinang dan semua pihak yang selama ini telah mendukung lancarnya proses perizinan PT BBI,” kata Mohd Ikhsan Fansuri, Jumat, (24/09/2021).

Kedepan lanjutnya, pasca terbitnya UU Nomor 11 tahun 2020 dan PP Nomor 41 Tahun 2021, tentang penyelengaraan kawasan perdagangan bebas pelabuhan bebas, ada 8 (delapan) sektor dan 67 jenis perizinan yang dilimpahkan pemerintah kepada Badan Pengusahaan Kawasan. Hal ini akan mempercepat proses perizinan kepada pelaku usaha yang berada di dalam kawasan FTZ.

BACA JUGA  Wakili Gubernur, Asisten 1 Kepri Tampil Menawan Dihadapan Siswa Seskoal

“Diharapkan dengan dimulainya pembangunan Industri Perkapalan Hoverwing ini memberikan spirit kepada pelaku usaha/investor lainnya untuk berinvestasi di kawasan FTZ Tanjung Pinang,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, masyarakat Kepri, khususnya  Tanjung Pinang harus bersyukur dengan hadirnya PT Bintan Bahari Industri yang melaksanakan kegiatan pembangunan di bidang industri Perkapalan Hoverwing ini.

“Saya bersama Wali Kota dan seluruh masayarakat sungguh berbahagia dengan dibangunnya galangan pembuatan kapal Hovewing di Kota Tanjung Pinang ini. Semoga berdampak baik dalam dunia perekonomian di sini kedepannya,” kata Ansar Ahmad.

Ansar juga menceritakan bagaimana saat pertemuannya bersama Pimpinan Perusahaan PT BBI, yakni diawali pada bulan Syawal dan memang yang dibicarakan tentang investasi di bidang pembangunan perakitan Hoverwing.

“Pak Sunardi ini orangnya biasa-biasa saja, tetapi  beliau seseorang yang berpengalaman sejak tahun 1998 sampai dengan 2016 di Jerman dengan menekuni perakitan Hoverwing ini,” ujar Ansar, memperkenalkan pimpinan perusahaan PT BBI kepada hadirin.

Sebelum akhirnya memutuskan membangun perakitan di Kota Tanjung Pinang, Sunardi telah ditawarkan membangun diberbagai wilayah di Indonesia dan beberapa negara lainnya.

“Karena pak Sunardi ini merah-putih, tetap memilih membangun industri perkapalannya Indonesia. Kita patut bangga dan terima kasih kepada pak Sunardi,” tambahnya.

Perakitan perkapalan Hoverwing sendiri diawali dengan pembangunan gudang. Dan pembangunan ini dinilai sangat cocok dengan wilayah-wilayah di Kepri, sebagai salah satu alat transportasi dalam upaya merangkai  pulau di Kepri.

Kapal Hoverwing  akan dirakit dengan spect panjang 7 sampai 9 meter dan kapasitas penumpang bervariasi ada 4 orang, 20 orang sampai maksimumnya 200 orang penumpang dengan kecepatan rata-rata 250 KM/jam yang hampir sama laju dengan pesawat ATR.

BACA JUGA  Walikota Syahrul Resmikan “KANTOR PENJUALAN GARUDA”

“Perakitan ini pertama kali di Asia-Pasifik, dan galangan ini nanti akan ditambah lahan mencapai 30 hektar untuk perkembangan kedepannya,” lanjut Ansar.

Gubernur  berharap kepada semua stekholder di Kepri untuk turut membantu  memeperlancar proyek ini dengan bersungguh-sungguh, karena ini menjadi icon Tanjung Pinang, apalagi industri ini nanti akan berkembang di wilayah FTZ Tanjung Pinang.

Dengan menambah item investasi FTZ di Kota Tanjung Pinang dan Rencana Induk Program (RIP) telah disusun dan akan dituangkan dalam Keputusan Presiden (Kepres), supaya kawasan-kawasan FTZ di Kepri yang sudah dilahirkan oleh Pemerintah Pusat bisa dioptimalkan.

“Kami, Pemerintah Provinsi sedang berjuang agar Tanjung Pinang, Bintan dan Karimun juga bisa FTZ menyeluruh. Selain nanti ada kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai dengan persyratan yang bisa dipenuhi,” harapnya.

Cara yang paling tepat dan untuk memperluas lapangan pekerjaan serta pembangunan ekosistem ekonomi ini kedepan lebih baik.

“Dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini, kita mesti berusaha menarik investor terus menginvestasikan dananya di Kepri. Agar Kepri terus maju dan berkembang,” harap Gubernur.

Sementara itu, Pimpinan Perusahaan PT Bintan Bahari Industri, Sunardi, mengatakan, PT BBI akan memproduksi sendiri kapal Hoverwing di Tanjung Pinang dan ini adalah produksi perdana yang dikerja di Indonesia

“Pada tahun depan sesuai dengan rencana, kami akan memproduksi perdana kapal Hoverwing,” kata Sunardi.

Sunardi berharap dengan hadirnya PT BBI ini menghadirkan lapangan pekerjaan bagi putra-putri Kepulauan Riau.

“Intinya tujuan akhir kita adalah meningkatkan perekonomian masyarakat Kepri,” harapnya.

Semoga PT BBI kedepannya dapat berkembang didunia perkapalan, khususnya kapal Hoverwing yang pertama di Asia-Pasifik dengan telah dilaksanakan Groundbreaking pembangunan industri.

BACA JUGA  Rahma Pastikan Acara Model Project Bukan Kegiatan Disbudpar Tanjung Pinang

“Kami mohon dukungan dan doanya agar dapat berjalan lancar dan sukses,” kata Sunardi.

Wali Kota Tanjung Pinang, Rahma, mengatakan, suatu kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah kota Tanjung Pinang, karena ini merupakan industri Perakitan Pesawat Hoverwing pertama se-Asia Pasifik yang dibangun di Kota Tanjung Pinang.

“Di kawasan Dompak ini dibangun Perusahaan Perakitan Pesawat Hoverwing perdana di Kota Tanjung Pinang. Sesuai arahan Bapak Gubernur, dan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Tanjung Pinang dengan mempermudah urusan perizinannya,” ucap Rahma.

Ditambahkannya, Pemko Tanjung Pinang mendukung penuh investor yang akan berinvestasi di Kota Tanjung Pinang, dibuktikan dengan kemudahan proses IMB yang telah diterbitkan beberapa waktu lalu.

“Dan semoga kedepan lebih banyak lagi investor yang melirik untuk berinvestasi di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau ini,” harapnya. (R Rich)

No More Posts Available.

No more pages to load.