GESER UNTUK BACA BERITA
Example 325x300
BATAMKEPRIPOLITIK

Batik Bisa Tingkatkan Kontribusi Perempuan Dalam Pendapatan

×

Batik Bisa Tingkatkan Kontribusi Perempuan Dalam Pendapatan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin. (Foto : Humas DPRD Kepri)

Sijori Kepri, Tanjungpinang – Batik Bisa Meningkatkan Kontribusi Perempuan Dalam Pendapatan. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, saat menutup Pelatihan Membatik Bagi Pelaku Usaha Perempuan Rumahan, pada Kegiatan Pengembangan Industri Rumahan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di Ruko CNN, Batam, (21/7/2020).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Wahyu Wahyudin mengharapkan, dengan keterampilan ini bisa melatih perempuan, khususnya di Batam, bisa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di rumahan.

Legislator ini melanjutkan, banyak hasil karya yang bisa dikembangkan dalam usaha membatik. Salah satu, penempatan motif.

BACA JUGA :  Wakil Rakyat Asal PKS Sumbangkan 1 Bulan Gaji Untuk Penanganan COVID-19

”Saya memberi contoh, motif Ikan Napoleon dan Motif Merica. Motif ini memiliki arti yang bagus, karena ikan Napoleon adalah ikan yang sangat Mahal dan Langka, serta adanya di kepulauan Anambas,” katanya.

Sementara Merica atau Sahang, adalah hasil rempah rempah dari Indonesia yang terkenal di dunia, dan saat ini sudah dikembangkan di Bintan dan Lingga.

“Dengan keterampilan membatik ke depan bisa menjadikan suatu bisnis dan bisa menjadikan PAD kepri,” harap Wahyu Wahyudin.

BACA JUGA :  Mantan Honorer Bintan “NGADU KE GUBERNUR KEPRI”

Wahyu Wahyudin juga memberikan Motivasi kepada Peserta. Untuk merubah pemimpi menjadi pemimpin, perlu mempersiapkan diri. Perlu menambahkan huruf N pada kata pemimpi, sehingga dari pemimpi menjadi pemimpin.

Huruf N yang dimaksud tersebut memiliki 5 arti, Niat yang tulus untuk berbuat kebaikan dan terus melakukan perbaikan, Nilai moral yang baik agar menjadi teladan, Nalar yang tinggi untuk mencari berbagai alternatif solusi, Networking yang luas, dan Nyali yang besar.

Sementara, Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Kepri, Sandra Wati, menjelaskan, pelatihan ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan selama 2 hari. Dan diikuti oleh peserta perempuan dari Batam, serta dibagi menjadi empat kelompok.

BACA JUGA :  DPRD Kepri Hibahkan 2 Unit Mesin Kapal dan Bantuan Bangunan Kepada Dit Polairud Polda Kepri

Dalam pelatihan ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan memberikan keterampilan membatik dari takaran warna, mewarnai, mencanting, sampai kain batik sudah jadi diajarkan semua.

“Harapan saya, dengan keterampilan ini tidak berhenti disini saja, tetapi outcome-nya bisa dilaksanakan di kelompok rumahan,” pintanya. (Wak Dar)