Bawa Sabu 19 Kg dari Malaysia, 3 Warga Bengkalis Ditangkap

oleh
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, bersama 3 warga Bengkalis yang melakukan penyeludupan Narkotika jenis Sabu seberat 19 Kg dari Malaysia. (Foto : Ist)

Pekanbaru, Sijori Kepri — Bawa Narkotika jenis Sabu seberat 19 Kg dari Malaysia, 3 (tiga) orang pelaku penyeludupan berinisial IRW (21), JEP (46) dan MUH (20), berhasil diringkus Tim Subdit I Reserse Narkoba Polda Riau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan, 3 (tiga) pelaku narkoba ini merupakan warga Kabupaten Bengkalis. Dua orang berprofesi sebagai nelayan, sementara satu orang lagi adalah pengangguran.

“Dari penangkapan ini, polisi juga berhasil menyita barang bukti narkoba, berupa Sabu dengan berat 19 Kg yang disembunyikan di Kebun Durian,” kata Sunarto, Kamis, 28 Juli 2022.

Kronologis penangkapan terhadap ketiga pelaku ini berawal adanya informasi yang didapatkan petugas dari masyarakat, tentang akan adanya penyelundupan Sabu dalam jumlah besar asal Malaysia, ke daerah Rupat, Kabupaten Bengkalis.

“Tim kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan pemantauan di lapangan. Tim lalu mendapat informasi, pelaku sudah berada di wilayah Bengkalis,” ungkap Sunarto.

Tersangka IRW mengaku mengambil Sabu langsung ke Malaysia menggunakan Speed Boat bersama rekannya, Baled, yang kini berstatus masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Awalnya, IRW dihubungi oleh Ayet, yang berada di Malaysia. IRW diminta datang ke Negeri Jiran itu dengan maksud akan membicarakan soal bisnis.

BACA JUGA  “PELABUHAN TIKUS” Jadikan Narkoba Sulit di Berantas

“IRW ini yang langsung mengemudikan Speed Boat. Sesampainya di Malaysia, kemudian bertemu Ayet, yang juga saat ini ditetapkan DPO. Ayet ini lalu ikut naik speed Boat ke Indonesia dengan membawa 2 (dua) tas berisi 14 paket berisi Sabu yang dimasukkan dalam karung,” ujarnya.

Sesampainya di Indonesia, IRW dan kawan-kawan bertemu dengan tersangka JEP alias Pak Uteh dan KEPT (DPO), untuk menyerahkan 5 (lima) bungkusan Sabu.

“Kenapa tidak diserahkan semua, ini sebagai jaminan. Nanti diserahkan semua setelah uang (pembayaran) diselesaikan,” ujar Sunarto lagi.

5 bungkusan ini kemudian dibawa JEP ke Rupat Utara. Sementara sisanya 9 bungkus lagi, dibawa oleh IRW.

Rencananya Sabu ini akan dibawa ke daerah Pahat. Namun terjadi perubahan, sehingga merapat ke Rupat. 9 (Sembilan) bungkusan itu diserahkan kepada MUH alias Angah.

“Pada Kamis, 14 Juli 2022, sekira pukul 05.00 WIB, tim berhasil mengamankan tersangka IRW alias Along,” sebut Sunarto.

Dari sana, petugas kembali bergerak memburu tersangka lainnya. Alhasil, tersangka JEP berhasil ditangkap di rumahnya di daerah Parit Baru, Desa Putri Sembilan, Rupat Utara, sekira pukul 09.00 WIB.

BACA JUGA  Dua Pengedar Narkoba Dituntut 15 Tahun

Pengakuan JEP, 5 (lima) bungkusan Sabu yang diserahkan sebelumnya oleh IRW kepadanya, juga sudah diserahkan kepada tersangka MUH.

“Dari hasil pengejaran, petugas juga berhasil menangkap tersangka MUH alias Angah di Desa Kebumen. Pengakuan MUH ini, dia bekerjasama dengan dua rekannya, yakni Bidin (DPO) dan IDI (DPO). Keseluruhan Sabu diungkapkannya disimpan di Kebun Durian dan ditutupi rumput,” jelas Sunarto.

Tanpa buang waktu, polisi membawa tersangka MUH, untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang haram di area Kebun Durian di Desa Pangkalan Pinang.

“Barang bukti berhasil ditemukan oleh petugas, tersimpan di dalam karung yang berisikan dua buah tas. Setelah dibuka ada 14 bungkusan serbuk kristal berisi narkotika jenis Sabu,” tutur Sunarto.

“Setelah ditimbang, berat kotornya sekitar 19 Kg lebih. 1 (satu) bungkus tidak semua 1 kg. Ada bungkusan yang berisi 2 kg. Ini mungkin cara baru bandar. Mungkin saja untuk mengurangi cost atau pengeluaran mereka. Karena becak pembawa Sabu ini biasanya dihitung per bungkus,” imbuhnya.

Ditegaskan Sunarto, penyidik saat ini masih mendalami kasus ini, dengan melakukan pengembangan guna menangkap para tersangka lainnya.

BACA JUGA  Seorang Pria Tinggal di Bengkong Diringkus Paksa Tim Opsnal Polda Kepri

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2, junto Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang peduli memberikan informasi kepada kita. Sehingga bisa kita olah dan dalami, dan mengungkap peredaran narkoba di wilayah kita,” pungkas Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.

Shares