BBM Naik, Harga Jual Ikan Masih Rendah

oleh

– Nelayan Merasa Rugi.

BINTAN (SK) — Kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dengan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan bio solar baru-baru ini, terus menuai dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat terutama kalangan bawah diseluruh penjuru nusantara.

Tak terkecuali masyarakat di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Sebagai daerah yang dikelilingi lautan, masyarakat di Bintan sangat merasa terbebani dengan naiknya harga BBM jenis solar.

Imran misalnya, seorang nelayan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, menjelaskan, naik dan turunnya harga BBM jenis solar sejak beberapa bulan terakhir, membuat dirinya merasa merugi hingga 20 persen dari omset biasanya.

Masih Imran, apalagi kenaikan harga solar baru-baru ini tidak dibarengi dengan naiknya harga jual ikan kepada bos pengepul ikan didaerah Kawal.

“Biasanya ikan pari yang kita jual sama bos dulu Rp 35 ribu perkilonya, sekarang hanya Rp 25 ribu perkilonya. Jelas saja kita rugi kalau kayak gini,” keluh Imran ditemui saat memperbaiki alat pancingnya di Dermaga Kawal, Minggu (28/03/2015).

BACA JUGA  Danlantamal IV Minta di Anambas Ada Pertamina Untuk Kapal Perang

Meskipun merasa merugi, Imran dan kawan-kawannya tetap saja melaut dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Jahan untuk menangkap ikan pari. Keadaan tersebut terpaksa dilakukan, mengingat minimnya lapangan pekerjaan didarat.

“Mau bagaimana lagi, cari kerjaan sekarang susah. Mau tak mau, tetap saja kami melaut,” tukasnya.

Untuk sekali melaut, Imran mengaku mampu menghabiskan solar sebanyak 400 liter. Selain itu juga, Imran menambahkan, harga beli solar yang relatif lebih mahal dikarenakan kebutuhan solar dipasok oleh bosnya yang diketahui bernama Akok. Namun demikian, Imran tak bisa menjelaskan kisarana harga solar yang dibelinya dari bos Akok itu.

“Kita belinya lewat bos, sedikit mahal lah dari harga biasanya,” katanya. (SK-DER)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.