Berkas Said Agil Masih Ditangan Penyidik Jaksa

oleh

– Tersangka Dugaan Kasus Korupsi KPU Kepri.

TANJUNGPINANG (SK) — Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, hingga kini masih terus merampungkan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sekaligus dakwaan dari dua tersangka dugaan korupsi dana hibah di Komisi Pemlihan Umum (KPU) Kepri tahun 2010 senilai Rp1,3 milar yang dilakukan mantan Sekretaris dan Bendahara KPU Kepri, Said Agil dan Novrianto.

Penyusunan berkas tersebut dilakukan sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang untuk disidangkan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, berkas serta dakwaaan kedua tersangka dugaan kasus korupsi di KPU Kepri tersebut sudah rampung kita kerjakan,” ucap Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungpinang, Lukas Alexander Sinuraya SH, kemaren.

Dikatakan, pengerjaan berkas kedua tersangka tersebut saat ini sudah sekitar 90 persen rampung untuk diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Tanjungpinang yang akan menyidangkan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang nantinya.

“Pelimpahan berkas kedua tersangka tersebut kita upayakan secepatnya, sesui prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ucap Lukas.

BACA JUGA  Korupsi Dana Bansos, Bima di Hukum 1.5 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta

Lukas mengungkapkan, ada beberapa salinan berkas yang perlu disempurnakan, terutama menyangkut materi perkara kedua tersangka tersebut, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungangpinang.

“Intinya, kita bekerja secara proporsional dan profesional dalam menjalankan amanah tugas tersebut,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Kejari Tanjungpinang menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Kepri tahun 2010 lalu untuk pelaksanaan pemilihan Gubernur Kepri senilai Rp1,3 miliar.

Kedua tersangka yakni, mantan Sekretaris KPU Provinsi Kepri, Said Agil dan Bendahara KPU Kepri, Napianto Ropita. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang, Kamis (26/02/2015) sekitar pukul 21.00 WIB

Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Sujadi SH mengatakan modus yang diduga dilakukan kedua tersangka adalah melakukan beberapa kegiatan fiktif yang seolah-oleh telah dikerjakannya.

“Tafsiran hukum kita dari nilai kerugian negara akibat perbuatan tersangka tersebut sebesar Rp1,3 miliar,” ucap Heri.

Kata Heri, keduanya ditetapkan tersangka selain didukung dua alat bukti yang sah menurut hukum, pihak Kejari Tanjungpinang juga telah melakukan pemeriksaan sebanyak 20 orang saksi yang diduga mengetahui tentang proses pencairan dan pengeluaran dana yang disangkakan terhadap tersangka.

BACA JUGA  Tindakan Dugaan Penyelewengan Dana PPID

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), pasal (3) dan pasal 9 UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Disampaikan, hasil penyelidikan Kejari Tanjungpinang dugaan tindak pidana korupsi atas penggunaan dana hibah Pilkada Gubernur Kepri tahun 2010 dilakukan atas temuan BPK yang menyatakan adanya kerugian negara sebesar Rp1,3 miliar dari total Rp10,3 milliar dana hibah yang diterima KPU Kepri.

Dari total dana hibah tersebut, didapati anggaran sebebesar Rp1,340 milliar lebih tidak bisa dipertanggungjawabkan Bendahara KPU dan dan Sekretaris KPU 2010 dalam pelaksanaan Pilkada Gubernur Kepri 2010.

Berdasarkan data penyidik Kejari Tanjungpinang, dari total nilai kerugian Rp1,3 miliar dana tersebut terdiri dari pengeluaran anggaran pada Februari sebesar Rp 43.064.841, Maret sebanyak Rp 71.555.000, April sebanyak Rp104.444.955, Mei sebanyak Rp 63.290.827, Juni sebanyak Rp 235.875.227, Juli sebanyak Rp 65.880.230, Agustus sebanyak Rp 110.534.348, September sebanyak Rp 308.561.273, Oktober sebanyak Rp 107.135.000, November sebanyak Rp230.000.000.

BACA JUGA  Sekda Anambas di Periksa Kejati Sebagai Saksi

Dana tersebut digunakan untuk kegiatan perjalanan dinas, kegiatan sosialisasi, komsumsi beberapa kegiatan hingga honorium komisioner dan staf KPU saat itu. (SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.