,

Bersama 3 Dinas, Bupati Lingga Bahas Sektor Unggulan Prioritas Tahun 2022

oleh
Bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, serta Dinas Pariwisata, Bupati Lingga, Muhammad Nizar memimpin rapat koordinasi terkait pemantapan di sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas untuk tahun 2022. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Lingga — Bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, serta Dinas Pariwisata, Bupati Lingga, Muhammad Nizar memimpin rapat koordinasi terkait pemantapan di sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas untuk tahun 2022, di ruang VIP Kantor Bupati Lingga, Selasa, (07/09/2021).

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, mengatakan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk pemantapan di sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas untuk tahun 2022

“Memang ini perlu di follow up,” kata Nizar dihadapan pada Kepala Dinas yang hadir.

Didampingi Wakil Bupati, Neko Wesha Pawelloy, Nizar menyampaikan catatan-catatan yang perlu menjadi program prioritas oleh dinas teknis agar segera memikirkan terobosan-terobosan baru yang harus diprioritaskan tahun depan.

Pada Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan, Nizar ingin agar program-program yang digalakkan oleh Bupati terdahulu terus dijalankan. Salah satunya program sawah, agar dapat diinventarisir atau diisi dengan jenis padi yang berkualitas. Terkhusus untuk sawah yang telah mengalami masa panen, seperti sawah Desa Panggak Darat, Bukit Langkap, Sungai Besar, Resang, Lanjut, dan Kerandin.

BACA JUGA  Nurdin Minta Bupati Lingga Langsung Kerja

Tetapi untuk lahan sawah yang berada di Desa Panggak Laut dan Nerekeh. Dia menekankan agar dinas bisa mengalihkan fungsi untuk pemanfaatan tanaman sagu.

“Saya tetap pada pondasi awal, yakni sawah, sagu maupun kelapa. Khusus Panggak Laut dan Nerekeh itu coba dikoordinasikan bisa tidak dialihkan fungsiikan. Karena program awal itu untuk padi ini terbengkalai, jadi kita coba untuk pemanfaatan Sagu,” papar Nizar kepada dinas terkait.

Berkenaan dengan Sagu ini, Nizar berharap daerah dapat menghasilkan produk turunan yang punya nilai ekonomis. Seperti contohnya inovasi Sabun Sagu di Desa Duara, pada pemerintahan Bupati Alias Wello dan dirinya sebagai wakil bupati.

“Bagaimana caranya ini harus dilakukan, saye minta dipantau dari tenaga ahli yang hadir, bagaimana kita bisa menciptakan produk-produk dari bahan Sagu yang ada disini,” kata dia.

Seterusnya, dia sektor perternakan, kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga diminta untuk memantau sejauh mana progres pelepasan lahan di Pulau Bakong, yang difokuskan guna karantina sapi. Kemudian berharap agar pihak dinas segera memfungsikan tempat pemotongan daging yang ada di Dabo Singkep.

“Itu perlu dipantau apakah dianggarkan kembali di APBD-P ini atau di APBD murni tahun depan. Karena memang anggaran yang akan dianggarkan itu cukup besar,” lanjut Nizar.

BACA JUGA  Muliakan Tamadun Melayu, Disbud Lingga Gelar “PAMERAN LINGGAM CAHAYA”

Kemudian pada sektor perikanan, Nizar ingin progam pembudidayaan udang Vanamei dan ikan nilai yang telah berjalan dengan baik saat ini, dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Apa yang menjadi kendala agar dapat segera teratasi.

“Jadi prioritas Dinas Perikanan untuk 2022, saya ingin budidaya Udang, Nila, Gamat dan Rumput Laut yang sudah mulai dilirik oleh banyak pihak. Saya ada juga keinginan untuk mewujudkan berkaitan dengan Kampung Gonggong,” jelasnya.

Lebih lanjut, di sektor pariwisata dia ingin wisata bahari di Desa Benan, perlu mendapat perhatian khusus dari dinas. Karena memang dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung yang datang ke Benan cukup banyak.

“Maka ini perlu didudukkan, kalau memang kendala masalah pembebasan lahan, agar segera diselesaikan bagaimana caranya. Dan kalau memang ada pihak ketiga yang ingin mengelola nanti kita welcome, bagaimana teknisnya itu perlu dipelajari dari dinas teknis,” harap dia.

Nizar juga menekankan agar Dinas Pariwisata Lingga memaksimalkan promosi kepariwisataan daerah, kemudian menyambut rencana Gubernur Kepri mengembangkan wisata religi atau wisata sejarah di Lingga dengan menggelontorkan bantuan lebih kurang Rp 2 milliar untuk mempercantik Masjid Jamik Sultan Lingga, di Daik.

Kemudian dapat segera berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, bagaimana nanti untuk Makam-makam Sultan dapat dipercantik.

“Hal paling penting, walau kecil itu nanti disetiap tempat wisata harus disediakan WC. Ini memang kecil tapi sangat penting. Memang kita kaya dengan segala potensi, tapi kalau tidak termanfaatkan itu sangat rugi,” ucap Nizar.

BACA JUGA  Pulang dari Pekanbaru, 2 PNS Lingga Terjangkit Positif Covid-19

Terakhir, Nizar berharap program-program unggulan apa yang telah dibahas ini dapat menjadi perhatian dinas-dinas terkait, mana yang harus berkesinambungan atau memang ada ide baru yang harus dikemas semaksimal mungkin.

“Semoga dari Dinas-dinas teknis disini dapat berupaya maksimal, dengan terobosan-terobosan bagus, dan rencana-rencana baik kita pada kesempatan ini dapat terwujud, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan masyarakat dan daerah,” harap Nizar.

Hadir pada rapat koordinasi ini , Wakil Bupati, Neko Wesha Pawelloy, Staff Khusus, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pertanian, dan Plt Kepala Pariwisata, serta beberapa kepala bidang dinas terkait. (Rid)

No More Posts Available.

No more pages to load.