Bintan Raih Penghargaan PTSP Bidang Penananam Modal

oleh

BINTAN (SK) — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia kembali menempatkan Kabupaten Bintan Provinsi Kepri sebagai 5 besar kabupaten terbaik se-Indonesia untuk penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di bidang Penanaman Modal (PM).

Hal tersebut diumumkan pada cara Investment Award penganugerahan penghargaan PTSP di bidang Penanaman Modal provinsi, kabupaten dan kota tahun 2014, selasa (7/10) di hotelel Borobudur Jakarta.

Penghargaan diserahkan Kepala BKPM RI Mahendra Siregar diterima oleh Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMD) Kabupaten Bintan Hj. Mardhiah, MM mewakili Bupati Bintan, Ansar Ahmad.

Penganugerahan penghargaan tersebut sebagai bentuk evaluasi secara berkala oleh BKPM beserta kementerian lainnya terhadap kinerja pelayanan perizinan terpadu oleh provinsi, kabupaten dan kota.

Penilaian telah dilakukan oleh BKPM bersama dengan PT. Surveyor Indonesia terhadap 552 PTSP Penanaman Modal seluruh Indonesia yang terdiridari 34 PTSP PM Provinsi, 413 PTSP PM Kabupaten dan 98 PTSP PM Kota, 5 KPBPB dan 2 KEK.

Penilaian yang dilakukanoleh PT. Surveyor Indonesia selama bulan April sampai Juli,dimana terpilihlah nomine yang terdiridari 10 provinsi, 10 kota dan 20 kabupaten terbaik se-Indonesia.

Tahapselanjutnya masing-masing nominee memaparkan pelaksanaan PTSP di daerah masing-masing didepan tim penilai yang terdiri dari 11 kementerian/ lembaga Negara diantaranya Bappenas, Kementerian PAN dan RB, Kemendagri, BPKP, Setwapres, Menko Perekonomian Perdagangan.

Dari seluruh hasil penilaian diperoleh masing-masing lima terbaik dengan nilai tertinggi di tingkat provinsi, kabupaten dan kota untuk selanjutnya dilakukan uji petik oleh tim penilai dari Kementerian dan lembaga Negara.

“Penganugerahan ini adalah yang ke-3 kalinya diterima Kabupaten Bintan sebagai satu-satunya PTSP yang menerima penghargaan sebagai penyelenggara PTSP PM terbaik diantara kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Mradhiah, Rabu (8/10).

Penghargaan ini imbuhnya, diharapkan menjadi penyemangat untuk semua tim perizinan baik yang berada di BPMPD maupun tim teknis yang berasaldari instansi teknis lainnya yang telah bekerja untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Kita tetap komit untuk melayani investor dan masyarakat baik PMA maupun PMDN. Untuk kedepan masih banyak yang harus dibenahi dan kami akan terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga memberikan kepuasan bagi masyarakat.

Dukungan, saran dan masukan sangatlah kami harapkan untukperbaikankedepan.Sehingga pada tahun 2016 nanti kita layak untuk masuk tiga besar sebagaimana Kabupaten Sragendi Provinsi Jawa Tengah, Kota Bitung di Provinsi Sulawesi Utara serta Provinsi Jawa Timur yang merupakan PTSP terbaik tahun 2014,” kata Mradhiah.

Penganugerahan penghargaan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Prof. DR. Eko Prasodjo, yang mengharapkan perbaikan di semua aspek terutama dibidang pelayanan publik.

Karena kata dia, birokrasi merupakan aspek penting untuk memajukan sebuah Negara. Mengingat aspek reformasi birokrasi masih belum mendapatkan tempat yang layak dan di Indonesia, dimana Indeks Effisiensi birokrasi Indonesia berada pada angka 8,37 dari Range 1 – 10 (dimana 1 terbaik dan 10 terburuk).

“PTSP diharapkan dapat meningkatkan effisiensi ini sehingga syarat, biaya serta over lapping kebijakan tidak terjadi lagi dan PTSP bisa menjadi engine atau mesin penggerak dalam meningkatkan peringkat The Ease to doing Business,” imbuh dia. (hk/SK-002)

No More Posts Available.

No more pages to load.