Scroll untuk baca artikel
EKONOMIKEPRITANJUNG PINANG

BPS Kepri : Bulan Agustus, “TANJUNGPINANG INFLASI 0.06 PERSEN”

×

BPS Kepri : Bulan Agustus, “TANJUNGPINANG INFLASI 0.06 PERSEN”

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, memberikan keterangan pers, di Kantor BPS Kepri. (Foto : Revi Antoni)

– Ini Penyebabnya.

TANJUNGPINANG (SK) — Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tanjungpinang Agustus 2016 sebesar 124,88, artinya mengalami kenaikan (Inflasi) sebesar 0,06 persen dibandingkan bulan Juli 2016 sebesar 124.80. Kenaikan ini disebabkan terjadinya perubahan harga pada 122 komoditi kebutuhan masyarakat, sehingga menjadi pemicu terjadinya kenaikan tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, di Kantor BPS Provinsi kepri, Tanjungpinang, Kamis. (01/09/2016).

Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita
Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita

“Dalam data resmi statistik yang kita peroleh, Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan inflas dari bulan Juli 2016 sampai dengan Agustus 2016. Meningkat sebanyak 0,06 persen. Dan tingkat inflas dari tahun ke tahun (Agustus 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 2,13 meningkat dari tahun (2016 Agustus terhadap Agustus 2015) sebesar 2,85 persen,” ungkap Panusunan Siregar.

BACA JUGA :  Organisasi Wanita Ikuti Pelatihan Tenun ATBM

Dijelaskannya, dari 23 Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera, Kota Tanjungpinang menempati urutan ke 14 dari 15 Kota yang mengalami inflasi dan 8 Kota yang mengalami deflasi.

“Inflasi di Kota Tanjungpinang, disebabkan naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran yaitu, pertama kelompok bahan makanan naik sebesar 0,43 persen. Kedua Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, naik menjadi 0,09 persen, ke tiga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,39 persen, ke empat kelompok sandang naik sebesar 0,51, ke lima kelompok kesehatan naik sebesar 0,26, dan ke enam kelompok pendidikan naik sebesar 0,21,” jelasnya.

BACA JUGA :  Agung Mulyana Pimpin Rapat Evaluasi APBD 2015

Selain itu, untuk Pelaku usaha pertanian yang ada di Kota Tanjungpinang ini, ditambahkan Siregar, sangat jauh menurun sebesar -0,79 persen, dari bulan Juli-Agustus 2016.

“Pelaku usaha pertanian semakin menurun dari bulan ke bulan, dilihat dari bulan Juli dengan angka 98,19. Sedangkan di bulan Agustus dengan angka 97,42, jika dihitung persenya sebesar -0,79 persen. Dan Hal ini pemerintah harus bisa mengatasi untuk memperbaiki keadaan seperti itu,” tambahnya.

BACA JUGA :  Terjangkit dari Adik, Orang Tua dan Tetangga, Pelajar di Kabil Ini Positif Covid-19

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga, lanjut Siregar, perdesaan di Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2016 tercatat empat sektor mengalami penurunan NTP, yaitu sub sektor tanaman pangan sebesar 1,18 persen, sub sektor Holtikultura sebesar 2,18 persen, sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,57 persen dan sub sektor perternakan sebesar 0,19 persen.

“Sedangkan yang mengalami peningkatan hanya sub sektor perikanan, mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,46 persen. Sangat memperihatinkan keadaan petani kita,” tandasnya. (SK-RA)


Komoditi yang berpengaruh terhadap garis kemiskinan di Provinsi Kepri

Share and Enjoy !

Shares
Shares
DMCA.com Protection Status