Briptu Amri Divonis 16 Bulan Penjara

oleh

– Terbukti Penyalahgunaan Narkoba Bersama Dua Model.

TANJUNGPINANG (SK) — Anggota Polres Tanjungpinang, Briptu Amri Hasibuan (28) divonis selama 1 tahun 4 bulan (16 bulan) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, dalam sidang, Kamis (19/03/2015).

Mejelis hakim menilai, oknum anggota Polisi Tanjungpinang tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama dengan dua rekan wanitanya, mahasiswi dan model di Tanjungpinang, Tinda Kirana alias Titin Daniati (19) dan Deslika (19) melakukan tindak pidana menggunakan narkoba janis sabu-sabu

Vonis yang sama juga diberikan oleh majelis hakim dipimpin Parulian Lumbantoruan SH, didampingi Eriyusman SH dan Bambang Trikoro SH, juga menjatuhkan vonis yang sama kepada terdakwa Deslika (19), salah seorang dari dua rekan wanita oknum polisi tersebut.

Sedangkan untuk terdakwa Tinda Kirana alias Titin Daniati (19), majelis hakim hanya menjatuhkan vonis selama 1 tahun penjara.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rudi Bona Sagala SH sebelumnya selama 18 bulan penjara. Terhadap vonis tersebut, JPU dan ketiga terdakwa masih menyatakan fikir-fikir selama satu minggu sesuai batas waktu yang diberikan majelis hakim.

BACA JUGA  1 Orang Warga Karimun Ditangkap di Dalam Kamar Hotel di Selat Panjang

Ketiga terdakwa dinyataka terbukti secara sah dan meyakinkan sebagai pengguna narkoba jenis shabu secara bersama-sama, sebagaimana diatur dan diancam Pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana narkoba jo Pasal 55 KUHP sebagaimana dalam dakwaan alternatif.

“Menyatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba,” ucap majelis hakim.

Dalam sidang terungkap, ketiga terdakwa ditangkap anggota Sat Narkoba Polres Tanjungpinang, di sebuah rumah di kawasan Perumahan Pinlang Mas Blok A1 Nomor 26 Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 Tanjungpinang, pada Sabtu (27/09/2014) tahun lalu.

Selain tersangka, polisi mengamankan barang bukti shabu, dan setengah butir pil ekstasi sisa pakai, termasuk bong untuk alat hisap shabu di tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti (BB) yang diamankan, berupa shabu seberat 0,8 gram.

Sementara, terdakwa Amri juga mengaku mendapatkan shabu yang dipakai bersama dua rekan wanitanya itu dari Ucok (DPO) yang dibelinya seharga Rp 300 ribu.

Dalam sidang putusan tersebut, terlihat raut wajah ketiga terdakwa penuh dengan ketegangan, sambil mulutnya bergerak berdoa dan memejamkan matanya.

BACA JUGA  Polresta Barelang Ungkap Kasus Narkotika Seharga Rp 40 Juta di Tanjung Pinang

Pada sidang sebelumnya, Briptu Amri mengaku menyesal telah menggunakan narkoba lebih dari lima bulan sebelum ia ditangkap polisi bersama dua rekan wanitanya.

“Saya siap mengaku salah dan menyesal terjerat dalam lingkaran penggunaan narkoba pak hakim. Hal ini juga bisa mengakibatkan hancurnya masa depan dan karir saya sebagai anggota kepolisian yag telah saya jalani sejak 10 tahun,” ucap Amri saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim sebelumnya.

Selain mengkonsumsi ekstasi, terdakwa juga mengaku telah mengkonsumsi shabu sisa pakai sehari sebelumnya secara bersama-sama. Dan itu merupakan barang miliknya.

“Saya sendiri yang membuat bong untuk menghisap shabu tersebut. Terkait barang bukti dua bungkus shabu yang diamankan polisi, terus terang saya tidak tahu. Sebab saat pesan hanya ekstasi saja. Itu Titin yang membawanya ke rumah tanpa sepengetahuan saya,” terang Amri.

Ketika ditanya hakim, apakah ia dan salah seorang dari dua rekan wanitanya ini sudah menjadi suami istri, sehingga tinggal serumah dan satu kamar. Oknum polisi ini hanya bisa tertunduk dan tidak menjawabnya.

BACA JUGA  5 Tahanan Rutan Batam “BERUSAHA KABUR”

Hal lain, majelis hakim juga menanyakan kepada terdakwa Desika terkait penjelasan itu. Dijawab Deswika, memang dirinya belum menikah dengan Amri.

Ketiga terdakwa ditangkap langsung oleh Wakapolres Tanjungpinang Kompol Hilman Wijaya dan Kabag-Ops Polres, Kompol I Wayan Sudarmaya atas perintah Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana di rumah Deslika dan Titin Daniati, bersama sejumlah barang bukti narkoba jenis shabu dan ekstasi. (SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.