, ,

Cabuli Anak Dibawah Umur, Warga Perumahan Bida Asri Batam Ditangkap

oleh
Cabuli Anak Dibawah Umur, Warga Perumahan Bida Asri Batam Ditangkap
Lakukan pencabulan anak dibawah umur, Warga Perumahan Bida Asri, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, berinisial UT Alias Udin Tato (47), ditangkap oleh tim Subdit IV dan Piket Fungsi Ditreskrimum Polda Kepri. (Foto : Humas Polda Kepri)
Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Sijori Kepri, Batam — Lakukan pencabulan anak dibawah umur, Warga Perumahan Bida Asri, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, berinisial UT Alias Udin Tato (47), ditangkap oleh tim Subdit IV dan Piket Fungsi Ditreskrimum Polda Kepri, Selasa, (02/02/2021), pukul 01.50 WIB dini hari.

Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha, mengatakan, tersangka pencabulan anak dibawah umur merupakan warga Perumahan Bida Asri, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

“Saat ditangkap, tersangka berinisial UT Alias Udin Tato (47) sedang berada di tempat tinggalnya,” kata AKBP Dhani Catra Nugraha, didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kepri, AKBP Imran, saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu, (03/02/2021).

Kronologis kejadian berawal pada pada hari Senin, tanggal 1 Februari 2021, sekira pukul 23.30 WIB, telah datang seorang wanita dewasa yang merupakan ibu dari seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Dari keterangannya, bahwa anak korban telah mengalami pencabulan oleh tetangga korban.

“Bermula saat korban selesai melaksanakan kegiatan pengajian di Masjid perumahannya, lalu tersangka UT Alias Udin Tato mengajak anak tersebut dengan berpura-pura akan dibelikan bakso, kemudian tersangka melakukan aksi bejatnya, yaitu mencabuli korban di Pondok Penggalian Pasir sekira pikul 19.30 WIB,” ungkap Dhani Catra Nugraha.

Setelah melakukan pencabulan terhadap korban, yang bersangkutan memberikan uang kepada korban sebesar Rp 1.000 (seribu rupiah). Setelah itu tersangka pulang ke rumahnya dan melakukan Masturbasi.

“Menurut pengakuan tersangka, dia juga melakukan hal tersebut dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras, lalu hasratnya muncul dan melampiaskan dengan hal bejat tersebut,” jelas Dhani Catra Nugraha.

Setelah menerima laporan dari orang tua korban tersebut, selanjutnya pada hari Selasa, tanggal 2 Februari 2021, pukul 01.50 WIB dini hari, tim Subdit 4 dan piket fungsi Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan dan pencarian yang diduga tersangka tersebut.

“Tim berhasil menangkap seorang laki-laki di rumah tersangka, danlangsung diamankan atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur,” tutur Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri ini.

Menurut Dhani Catra Nugraha, kasus ini akan terus didalami lagi. Dan tidak menutup kemungkinan masih banyak korbannya, dan lebih dari 5 orang anak perempuan dibawah umur, terutama anak-anak Balita dibawah Lima Tahun.

“Anak-anak diumur tersebut yang sering dijadikan korban oleh tersangka ini. Pada saat kita periksa tersangka ini banyak mengatakan lupa, namun tentunya penyidikan kita tidak berhenti sampai disini saja,” imbuhnya.

Saat disinggung tentang hukuman Kebiri Kimia oleh awak media, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mengatakan, terkait hukuman itu, biar nanti Hakim yang memutuskannya.

“Yang jelas, pastinya tersangka ini sudah pernah menjalani hukuman atas kasus pembunuhan, tersangka ini seorang residivis dan saya yakin nanti hukumannya akan lebih berat lagi,” tutup Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kepri, AKBP Imran, menambahkan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka ini, menurut pengakuannya ada 5 (lima) korban anak perempuan lainnya dengan kisaran umur dari 4 (empat) sampai dengan 7 (tujuh) tahun.

“Identitas tersangka adalah Inisial UT Alias Udin Tato, 47 Tahun, SD (Tidak Tamat), tinggal di Perumahan Bida Asri, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Tersangka ini merupakan residivis kasus pembunuhan di Dabok Singkep pada tahun 2004 yang lalu, dan telah menjalani hukumannya selama 6 tahun,” tambah AKBP Imran.

Modus Operandinya adalah tersangka melakukan bujuk rayu terhadap anak dibawah umur dengan memberikan uang jajan sebesar Rp 1.000, kemudian melakukan aksi pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut.

“Barang Bukti yang diamankan adalah 1 (satu) celana anak-anak warna kuning, 1 (satu) baju anak lengan panjang warna kuning bermotif bunga, 1 (satu) jilbab anak warna biru, 1(satu) kaos merah, 1(satu) celana pendek loreng warna abu-abu, 1(satu) celana dalam warna abu-abu, 1(satu) kaos dalam warna biru dan 1(satu) lembar uang pecahan Rp 1.000,- (seribu rupiah),” ujar Imran.

Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (4) UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda sebanyak Rp 15 Miliar. (Wak Dar)