, , ,

COVID-19 Merebak, Pengusaha dan Pengojek Mulai Mengeluh

oleh
Salah satu tempat usaha di Tanjungpinang yang sepi dari pembeli. (Foto : Zekma Albert)

COVID-19 Merebak, Pengusaha dan Pengojek Mulai Mengeluh
– Warga Minta Atensi Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang.

Sijori Kepri, Tanjungpinang — Merebak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mulai berdampak pada ekonomi rumah tangga, khususnya warga kurang mampu. Ketersediaan stok makanan, mulai menipis. Jika kondisi ini berlarut, warga memastikan mereka akan kelaparan karena tidak mampu beli kebutuhan.

Tidak saja warga, hal serupa juga dialami pelaku usaha. Banyak usaha yang dirintis terancam gulung tikar alias tutup. Karena, pemasukan jual beli tidak berimbang dengan modal yang dikeluarkan.

”Sejak Virus Corona Merebak, pendapatan usaha mengalami penurunan. Modal yang dikeluarkan tidak berbanding dengan hasil penjualan. Untuk sementara, terpaksa usaha saya tutup dulu. Kalau diteruskan, bisa saja saya akan bangkrut,” kata Dwi Sunardi, pengelola Pecal Lele Batu 8, Tanjungpinang, Senin, (30/3/2020), malam.

Sebelum Virus Corona merebak, rata-rata pendapatan jual beli usahanya, capai Rp 500 ribu permalam. Saat virus mematikan ini merebak, pendapatan usahanya menurun drastis.

”Sekarang, cari uang Rp 100 ribu saja sulit. Pelanggan saya takut keluar rumah. Dari pada saya bertahan dengan rugi, lebih baik tutup sementara,” kata pria akrab disapa Mas Dwi ini.

Hal serupa juga dilontarkan Pak De, penjual daging kambing. Meski ia belum berencana menutup usaha, namun perbandingan pendapatan sebelum dan sesudah merebak Virus Corona, sangat signifikan sekali.

”Biasanya, penjualan sate kambing bisa habis sehari atau dua hari. Sekarang, delapan hari saja belum habis. Kita sangat dirugikan dengan merebak virus ini,” kata Pak De.

Beberapa pelaku usaha lainnya ikut mengamini pernyataan Pak De dan Dwi Sunardi. ”Jika pemerintah daerah hanya fokus penanganan Virus Corona saja, kita pastikan banyak warga, khususnya yang tidak punya pekerjaan tetap, akan kelaparan. Karena, kehabisan uang,” kata Iwan, pengojek Tanjungpinang.

Pria ini minta, Gubernur Kepri maupun Walikota Tanjungpinang mulai merealisasikan bantuan Sembako atau uang tunai secara gratis pada warga atau pelaku usaha yang terkena dampak.

”Tolong lah, Pak. Kami saat ini sangat butuh bantuan. Jika kondisi ini berlarut, kami mungkin akan kelaparan, karena tidak mampu beli makanan,” katanya. (Wak Zek)

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]