Cuaca Buruk Anak Pulau Tetap Bisa Bersekolah

oleh

BINTAN (SK) — Cuaca buruk yang kini sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Bintan. Ternyata tak menggangu aktifitas penyebrangan kapal antar pulau diwilayah Bintan. Hal tersebut dikatakan dengan lugas oleh Camat Bintan Pesisir, Samsul saat ditemui di Tanjungpinang.

Menurutnya, dalam kondisi cuaca buruk seperti saat ini dimana angin yang kencang dan gelombang yang besar, nyatanya tidak menggangu aktifitas penyebrangan dari daerah terluar pulau Bintan menuju Pulau Bintan.

“Keadaan tersebut sejauh ini belum menggangu aktifitas penyebrangan dari daerah kami menuju ke pulau Bintan. Alhamdullilah, anak-anak yang sekolah diwilayah pulau Bintan masih tetap bisa bersekolah tanpa ada hambatan,” tutur Samsul, Rabu (14/1/2015).

Anak-anak usia sekolah yang tinggal berlainan pulau dengan Bintan seperti di Pulau Mapur, Air Glubi dan Kelong. Hingga saat ini masih tetap bisa bersekolah di pulau Bintan, aktifitas penyebrangan dengan jarak tempuh rata-rata sekitar 20 menit perjalanan itu belum terpengaruh dengan keadaan alam yang saat ini sedang tidak bersahabat.

BACA JUGA  Samsuri, Penduduk Desa Lancang Kuning “MINTA MAAF”

Dengan dua boat yang berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan Kapal Motor (KM) Bahtera numbing dan KM Mapur Indah, warga yang hendak ke pulau Bintan lebih terbantu serta anak-anak pulau yang bersekolah di pulau Bintan juga sangat terbantu.

“Dengan adanya dua boat dari Pemkab Bintan, memang sangat membantu penyeberangan warga yang hendak ke pulau Bintan. Sejauh ini, gelombang besar tidak begitu menggangu,” ucapnya.

Dia menjelaskan, penyebrangan dari Air Glubi dan Desa Kelong yang melewati wilayah selat, keadaan gelombangnya yang tidak begitu besar sehingga boat dengan ukuran 10 Gross Ton (GT) dari Pemkab Bintan, tidak mengalami kendala yang begitu berarti. Sedangkan, untuk anak-anak sekolah yang berada di Pulau Numbing tidak perlu menyebrang lagi, karena fasilitas pendidikan di Pulau Numbing sudah memadai.

“Untuk anak-anak SMA di Pulau Numbing, mereka sudah punya SMA sendiri. Sedangkan untuk yang di Pulau Mapur banyak yang sudah kos diwilayah Kijang,” ucap Samsul. (HK)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.