Dakwaan dan Tuntutan JPU Dinilai Tidak Jelas

oleh

– Sidang Pembelaan Dugaan Kasus Korupsi Bandara Batam.

TANJUNGPINANG (SK) — Terdakwa Direktur PT Mandala Krida, Idit Mujijat Tulkin SE, Msi sampaikan nota pembelaan kepada Majelis Hakim dalam sidang lanjutan perkara dugaan kasus korupsi Pengadaan Fasilitas Listrik Bandara Hang Nadim Batam dalam agenda bembacaan pembelaan (Pledoi) di Pengadilan Tinda Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Rabu (10/6/2015).

Penasehat Hukum (PH), Bernat Uli Nababan SH dan Edwin Salhuteru SH menyampaikan, dalam nota pembelaan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) membuktikan dasar kerugian negara dalam pelaksaan pekerjaan proyek di Bandara Batam tahun 2012 tersebut, hanya berpedoman dari hasil penilaian ahli sebuah Assosiasi yang bernama Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) dan bukan merupakan hasil pemeriksaan Audit Badan Pemeriksaan Kuangan Daerah (BPK) maupun Bandan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Dalam perhitungan Ahli dari AKLI adalah bukan menunjukkan jumlah kerugian keuangan negara, akan tetapi hanya berupa laporan penilaian. Sehingga, kami menilai tidak dapat dijadikan pedoman untuk menetapkan besarnya kerugian keuangan negara dan hanya merupakan opini,” jelas Bernat Uli Nababan SH.

BACA JUGA  Akibat Menipu, Sumarno di Hukum 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Dengan demikian menurut Bernat, untuk menentukan kerugian negara yang nyata dan pasti jumlahnya tersebut haruslah dilakukan pemeriksaan (audit) yang objektif dan memenuhi standar pemeriksaan oleh instansi yang berwenang atau akuntan publik yang ditunjuk. Hal tersebut yang berhak melakukan audit adalah merupakan wewenang BPK atau BPKP sesuai dengan tugasnya yang diatur oleh undang-undang untuk memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, BUMD dan lembaga-lembaga yang mengelola keuangan negara.

“Jadi apa yang telah disampaikan JPU dalam dakwaan dan tuntutan dalam sidang perkara tersebut dinilai tidak jelas, kabur dan keliru, tentang apakah benar terdakwa Idit Mujijat Tulkin SE, Msi telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” tegas Bernat.

Dilanjutkannya, untuk mendapatkan perhitungan kerugian negara tersebut, ahli mendapatkan perbandingan harga dari intenet dan data-data yang diperoleh dengan cara mencari sendiri dan tidak didapatkan dari penyidik yang menugaskan ahli tersebut. Guna perbandingan terhadap perhitungan ahli yang dilakukan JPU tersebut, maka PH terdakwa dalam persidangan telah menghadirkan saksi ahli Deden Daenuri SE, auditor pada kantor Akuntan Publik dan terdaftar pada Armadias.

BACA JUGA  Pekerjaan Belum Diaudit BPK dan Inspektorat, “LANGSUNG KASUS”

Terhadap hal tersebut, PH terdakwa meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menyatakan, bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 jo pasal 18 jo pasal 9 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2011 tentang peberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP dalam dakwaan primer dan subsider JPU.

“Kami juga meminta agar majelis hakim yang mengadili perekara ini untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan JPU, serta memulihkan nama baiknya dalam kedudukan kemampuan, harkat serta martabatnya di tengah masyarakat dan meminta kepada majelis hakum agar memerintahkan JPU setelah putusan ini membebaskan terdakwa dari Rutan Tanjungpinang,” ucap Bernat.

Jalannya sidang perkara tersebut dipimpin majelis hakim Fatul Mujib SH MH didampingi Johni Gultom SH MH dan Pathan Riadi SH MH. Selain itu terhadap pembelaan tersebut, JPU Tengku Firdaus hanya menyampaikan secara lisan dengan perkataan tetap pada tuntutannya. Sidang akan dilanjutkan, Jum’at (12/6/2015) dengan agenda putusan dari majelis hakim. (SK-Yul)

BACA JUGA  IRT di Vonis 4 Tahun Penjara Denda 1 Miliar

LIPUTAN TANJUNGPINANG : YULIATA
EDITOR : RICO BARINO

 

Sidang Pembelaan Dugaan Kasus Korupsi Bandara Batam.(Photo : Yuliata)
Sidang Pembelaan Dugaan Kasus Korupsi Bandara Batam.
(Photo : Yuliata)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.